Pemkot Salatiga Bersilaturahmi Dengan 45 Tokoh Kristiani

Pemkot Salatiga Bersilaturahmi Dengan 45 Tokoh Kristiani di Ruang Kalitaman Gedung Setda Lantai 2 Jalan Letjend Sukowati Kota Salatiga, Selasa (11/4)

Pemkot Salatiga Bersilaturahmi Dengan 45 Tokoh Kristiani
tribunjateng/deni setiawan/humas
Pemkot Salatiga Bersilaturahmi Dengan 45 Tokoh Kristiani di Ruang Kalitaman Gedung Setda Lantai 2 Jalan Letjend Sukowati Kota Salatiga, Selasa (11/4) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemkot Salatiga melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Salatiga mengundang sekitar 45 pendeta atau tokoh Kristiani Salatiga di Ruang Kalitaman Gedung Setda Lantai 2 Jalan Letjend Sukowati Kota Salatiga, Selasa (11/4/2017).

Silaturahmi yang dihadiri beberapa pimpinan Forkopinda Kota Salatiga itu pun menghadirkan Pendeta Paulus Hartono dari GKMI Surakarta untuk memberikan ceramah bertema Membangun Paradigma Inklusif, Menjaga Toleransi, dan Keutuhan NKRI.

Menurut Kabag Kesra Setda Salatiga Joko Haryono, tujuan utama dalam kegiatan tersebut adalah untuk semakin menjalin rasa kebersamaan antara pemerintah daerah dengan seluruh tokoh agama dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan toleran.

“Kali ini, tadi kami coba undang para tokoh Kristiani di Kota Salatiga. Itu akan menjadi agenda rutin termasuk juga dengan seluruh pemuka agama lainnya di sini. Itu adalah bagian upaya kami untuk mencoba meningkatkan pemahaman serta kesadaran bersama betapa pentingnya hidup rukun, toleransi demi keutuhan NKRI,” papar Joko kepada Tribun Jateng, Selasa (11/4/2017).

Terpisah, dalam sambutan tertulis Penjabat Wali Kota Salatiga Achmad Rofai yang dibacakan Asisten 1 Setda Salatiga Adhi Isnanto mengutarakan harapannya agar kegiatan silaturahmi tetap terus dilaksanakan dan hidup rukun antarumat beragama di Salatiga terus dijaga sampai kapanpun.

“Salatiga memang kota kecil. Tetapi dari kota yang kecil itu, ternyata telah menjadi rumah yang nyaman bagi setidaknya sekitar 23 suku yang bermukim di Salatiga saat ini. Hal itu pun diperkuat kembali melalui predikat Salatiga sebagai Kota Toleran ke 2 di Indonesia oleh Setara Institut,” jelasnya.

Adhi menggambarkan, kebersamaan antarumat beragama selama ini telah diperlihatkan secara baik di Kota Salatiga. Sebagai contoh yang hingga saat ini rutin dilaksanakan adalah pembagian takjil gratis oleh pengurus Gereja Paulus Miki Salatiga di setiap memasuki Ramadhan.

“Contoh lain dan ada secara nyata yakni di setiap perayaan Natal yang digelar di Lapangan Pancasila, para pemuda yang tergabung di dalam GP Ansor Kota Salatiga pun turut serta membantu keamanan selama kegiatan itu berlangsung,” jelasnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved