Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polisi Tembak Mati Teroris

Begitu Tiba di Rumah Duka, Jenazah Yudhis Langsung Dimakamkan, Ini Alasannya

Proses salat jenazah terduga teroris dilakukan dipimpin pengasuh pondok pesantren Al Quran Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh KH Musthofa Al Hafidz

Tayang:
Penulis: dini | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Suasana pun senyap saat peti jenazah terduga teroris Yudhistira Rostriprayogi diturunkan dari mobil ambulance 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tiba di rumah duka, jenazah Yudhistira Rostriprayogi (19) langsung disholatkan, Rabu (12/04/2017) sekira pukul 03.00 pagi.

Proses salat jenazah terduga teroris dilakukan dipimpin pengasuh pondok pesantren Al Quran Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh KH Musthofa Al Hafidz.

Mewakili keluarga, Musthofa mengatakan, pada pelayat semoga apa yang pernah dilakukan Yudhistira semasa hidup di dunia ini bisa dimaafkan atas semua kesalahanya dan mendapatkan maghfiroh (ampunan) dari Allah SWT.

"Karena jenazah ini sudah empat hari, menurut fiqih tidak perlu lagi menunggu besok dan segera di makamkan. Bagi keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dari Allah SWT," ujarnya

Setelah disholatkan, keluarga pun membuka peti jenazah untuk meihat wajah Yudhistira untuk kali terakhir.

Keluarga dan pelayat mennyalatkan terduga teroris Yudhistira Rostriprayogi, di Desa Cepokomulyo Rt 1 Rw VI, Kecamatan Gemuh,  Kabupaten Kendal, Rabu (12/3/2017).
Keluarga dan pelayat mennyalatkan terduga teroris Yudhistira Rostriprayogi, di Desa Cepokomulyo Rt 1 Rw VI, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Rabu (12/3/2017). (Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum)

Namun sayang, ayah Yudhistira, Tri Widodo melarang para awak media mengambil gambar. Dengan nada yang sedikit tinggi, dia akan menuntut melalui jalur hukum bila ada awak media yanh memanfaatkan momem tersebut untuk mengambil gambar.

"Siapa pun tidak boleh mengambil gambar, kami punya privasi sendiri jika ada yang mengambil kesempatan akan saya tuntut," ujar Tri Widodo.

Setelah itu, puluhan warga Desa Cepokomulyo mengantarkan jenazah Yudhistira Rostriprayogi ke pemakaman diiiringi puluhan laki-laki bercelana cingkrang.

Usai memakamkan jenazah, puluhan pelayat langsung pulang ke rumah masing masing.

Warga pun enggan berkomentar tentang pemakaman Yudhistira dengan alasan menghormati keluarga Tri Widodo yang masih berduka.

Di lokasi juga masih ada beberapa polisi berpakaian preman untuk memantau jalanya pemakaman Yudhistira Rostriprayogi

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved