Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cegah Radikalisme, NU Bakal Hidupkan Kembali Diklat Kebangsaan Bagi Anggota

Menyikapi adanya teroris dari Kendal, Danial berencana akan menyambangi pihak keluarga agar tidak terlalu larut dalam situasi.

Tayang:
Penulis: dini | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat menghadiri seminar memperingati hari lahir ke-94 NU di Gedung DPRD Kab Kendal, Rabu (12/04/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Teroris harus dilawan.

Kalimat tersebut diucapkan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat menghadiri seminar memperingati hari lahir ke-94 NU di Gedung DPRD Kabupaten Kendal, Rabu (12/4/2017)

Aqil menegaskan islam mencintai kerukunan sehingga dia merasa prihatin dengan maraknya teroris terlebih ditemukan di Kabupaten Kendal.

"Kendal itu kan kota Alquran kok banyak kelompok radikal, Islam itu agama yang mulia bersih dan suci sehingga harus diiringi tindakan yang terpuji, " tegasnya.

Untuk mencegah berkembangnya kelompok radikal, dia meminta kyai NU memberikan penyuluhan pada santri-santri tentang bahaya radikal di pondok pesantren.

Ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial Rouyyan akan menghidupkan kembali diklat kebangsaan bagi kader-kader NU untuk mencegah paham radikalisme.

"Sebenarnya diklat ini sudah dibentuk tiap kecamatan minimal 5 relawan namum maraknya teroris akhir-akhir ini perlu dihidupkan lagi sehingga relawan yang bergabung bisa memsosialisasikan bahaya radikal," paparnya.

Dia juga menegaskan NU melawan apapun bentuk kekerasan terlebih teroris.

Menyikapi adanya teroris dari Kendal, Danial berencana akan menyambangi pihak keluarga agar tidak terlalu larut dalam situasi.

"Saya sarankan warga NU jangan sampai ada miss komunikasi dalam keluarga mulai bapak, ibu, dan anak-anak agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham radikal, " imbaunya.

Ketua DPRD Kabupaten Kendal Prato Utono akan giat mengadakan seminar tentang keagamaan dan wawasan kebangsaan terutama pada generasi muda di Kendal.

"Negara kita kan negara hukum yang diatur undang-undang jadi tidak ada untungnya mengikuti paham radikal, " ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved