RS Nasional Diponegoro Siap Tangani Pasien Kecelakaan Kerja, Masih Butuh Ambulans Rescue

Ambulan rescue itu bisa membantu pasien selama perjalanan ke rumah sakit. Nilainya memang cukup mahal, sekitar Rp 700 juta per unit.

RS Nasional Diponegoro Siap Tangani Pasien Kecelakaan Kerja, Masih Butuh Ambulans Rescue
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Situasi penandatanganan MoU RSND dan BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Rabu (12/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Rabu (12/4/2017), Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND)  siap menangani pasien kecelakaan kerja.

Direktur Utama RSND Semarang, Prof Susilo Wibowo, berharap kerja sama tersebut menjadi motor penggerak perkembangan rumah sakit lain.

"Dokter terbaik yang ada di Jawa Tengah ini merupakan milik kami meski bertugas di rumah sakit lain," jelas Prof Susilo.

Dia menyebut sejumlah dokter RSND memiliki kemampuan transplantasi sumsum tulang belakang, transplantasi telinga, dan dua dokter ahli stem cell.

"Kami punya tenaga dokter yang hebat tapi juga perlu didukung peralatan yang canggih," jelas dia.

Menurutnya, rumah sakit yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 450 miliar itu membutuhkan bantuan pemerintah dalam pengadaan alat kesehatan.

Jadi pelayanan kesehatan terhadap pasien dapat berjalan secara optimal.

Satu di antaranya penyediaan mobil ambulans rescue.

"Ambulan rescue itu bisa membantu pasien selama perjalanan ke rumah sakit. Ini masih kami ajukan. Nilainya memang cukup mahal, sekitar Rp 700 juta per unit," jelasnya.

Sekarang RSND sudah memiliki tiga unit ambulans.

Satu di antaranya merupakan mobil jenazah. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved