Warga Kandangmas Ingin Lahan di Area Sabuk Hijau Bendung Logung Dibebaskan
Warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, menginginkan agar lahan mereka yang nantinya masuk cakupan area green belt atau sabuk hijau Bendung Logung
Penulis: yayan isro roziki | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Warga Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, menginginkan agar lahan mereka yang nantinya masuk dalam cakupan area green belt atau sabuk hijau Bendung Logung, dapat segera dibebaskan. Mereka menginginkan segera ada kejelasan, terkait hal itu.
Demikian disampaikan Kepala Desa Kandangmas, Sofwan. "Dalam sosialisasi yang diadakan dulu, luasan lahan untuk sabuk hijau kan mencapai 20 hektare. Lahan itu milik sekitar 300 warga. Warga ingin, segera ada kejelasan mengenai batas mana saja yang masuk dalam cakupan sabuk hijau," ucapnya, Rabu (12/4).
Ditandaskan, pemanfataan dan penggunaan lahan di area sabuk hijau harus sesuai dengan regulasi yang ditetapkan. Semisal, area sabuk hijau harus ditanami tanaman pohon keras.
Sehingga, warga tak bisa secara leluasa memanfaatan lahan tersebut sesuai dengan keinginan mereka. Menurut Sofwan, warga keberatan jika lahan mereka yang masuk area sabuk hijau tidak dibebaskan.
"Jika memang lahan mereka dibutuhkan untuk area sabuk hijau, lebih baik ya dibebaskan saja. Kalau tidak kan kasihan warga," tandasnya.
Sementara, Camat Dawe, Eko Budhi Santoso, mengatakan informasi yang didapatnya, area sabuk hijau bukan merupakan lahan seluas sekitar 194 hektar, yang sebelumnya telah dibebaskan Pemkab untuk area pembangunan Bendung Logung. Menurut dia, nantinya lahan tersebut tetap milik warga, hanya penggunaan dan pemanfaatannya diatur sesuai ketentuan.
"Mungkin nanti akan ada kompensasi bagi warga pemilik lahan, cuma seperti apa kompensasinya kami belum mengetahui detailnya seperti apa," tutur Eko.
Ditambahkan, ia mendapat masukan dari asosiasi peternak lebah, agar lahan di area sabuk hijau nantinya ditanami pohon Randu Komboja. Menurut dia, pohon tersebut dapat berbunga dua kali dalam setahun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sri-mulyani-tinjau-perkembangan-pembangunan-bendung-logung_20170412_152601.jpg)