Bertahun-tahun Jalan Rusak Tak Diperbaiki, Warga di Kabupaten Kudus, "Bupatine Ganteng, Dalane Elek"
Disampaikan, kondisi jalan yang rusak parah, sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Namun hingga kini, sambung dia, pemerintah belum juga melakukan
Penulis: yayan isro roziki | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Warga Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, memasang spanduk 'Selamat Datang di Wisata Jeglongan Sewu', melintang di atas akses jalan utama desa setempat. Sejumlah warga bahkan membuat tulisan "Bupateni Ganteng, Camate Ganteng, Lurahe Ganteng, Dalane Elek." Tulisan itu kemudian dipegangi oleh sejumlah remaja kampung setempat seperti terlihat dalam foto yang diambil oleh Tribun Jateng.
Seorang warga, Arif Susanto, mengatakan pemasangan spanduk merupakan respon warga, terhadap kondisi infrastruktur di desa tersebut, yang dinilai telah rusak parah.
Kondisi akses jalan utama di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki)
"Sepanjang jalan ini, banyak sekali lubang, tak terhitung jumlahnya. Karena itu, warga menamainya jeglongan sewu," kata Arif, Jumat (14/4/2017).
Disampaikan, kondisi jalan yang rusak parah, sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Namun hingga kini, sambung dia, pemerintah belum juga melakukan perbaikan jalan beraspal itu.
"Rusak parah sudah lama, kami ingin segera ada perbaikan. Ini akses utama warga desa sini," tururnya.
Pantauan Tribun Jateng, banyak lubang di akses jalan utama desa tersebut, tersebar di berbagai titik. Lebar lubang bervariasi, dengan kedalaman sekitar lima centimeter hingga 10 centimeter.
Warga yang melintas harus berhati-hati, sebab selain banyak lubang, kontur jalan di desa tersebut berupa tanjakan dan turunan, khas wilayah pegunungan.
Camat Dawe, Eko Budhi Santoso, mengatakan pemasangan spanduk tersebut bagian dari ekspresi warga dalam menyampaikan aspirasi mereka.
"Tidak apa-apa, tapi sebelumnya juga sudah kami sampaikan, kami beri pengertian kepada warga, bahwa pembangunan itu ada prosesnya, ada mekanisme yang harus dilalui," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jalan-rusak_20170414_153245.jpg)