Kasat Lantas Demak Minta Anggotanya Lebih Sering Beri Sanksi Pada Pelanggar di Depan Pasar Sayung
Keberadaan bus yang parkir di badan jalan pantura tepatnya depan Pasar Sayung, Demak ternyata telah beberapa kali ditertibkan pihak kepolisian.
Penulis: rival al manaf | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Keberadaan bus yang parkir di badan jalan pantura tepatnya depan Pasar Sayung, Demak ternyata telah beberapa kali ditertibkan pihak kepolisian.
Demikian dikatakan Kasat Lantas Polres Demak, AKP Umbar Wijaya, Jumat (14/4/2017).
"Pengemudi bus yang ngetem di depan pasar sayung itu sudah berkali-kali kami tilang, namun saat tidak ada petugas mereka kembali ngetem," jelas Umbar kepada Tribun Jateng.
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi hal itu, ia menginstruksikan anggotanya lebih sering lagi memberi sanksi kepada pelanggar lalu lintas di lokasi tersebut.
"Intinya para sopir bus itu kucing-kucingan, lihat petugas kadang mereka juga langsung menjalankan kendaraannya dan tidak parkir lagi di situ," tambahnya.
Kemacetan yang bermuara di depan Pasar Sayung dikeluhkan pengguna jalan.
Pasalnya arus lalu lintas bisa tersendat sejauh satu kilometer setiap harinya saat pasar ramai aktivitas.
Muhammad Faizin, warga Bedono, Sayung menjelaskan, permasalahan macet bukan hanya soal bus yang parkir menunggu penumpang.
"Banyaknya masyarakat yang beraktivitas dipasar, sementara itu tidak ada jembatan penyeberangan juga membuat macet dan rawan kecelakaan," terangnya.
Ia berharap, di lokasi itu juga dibangun jembatan penyeberangan untuk para pejalan kaki, sehingga lalu-lalang warga menyebrang tidak membuat kemacetan semakin parah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kemacetan-di-pasar-sayung_20170414_175823.jpg)