Breaking News:

Warga Batang Terdampak Pembangunan SUTET Sepakat Ganti Untung Rp 254 Ribu/Meter

Musyawarah bentuk ganti kerugian pembangunan tapak menara SUTET ini dalam bentuk uang dengan nilai rupiah

Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/M Syofri
ILUSTRASI - Petugas mengganti isolator pada tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Jaringan Tambaklorok-Pandean Lamper di Kampung Pandansari I, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota semarang, Selasa (06/12/2016). PLN akan membangun sedikitnya 1.395 tapak tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dari Jepara hingga Bekasi pada 2017 mendatang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Warga lima desa di Kabupaten Batang yang terdampak pembangunan tapak menara saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kilovolt jalur Ungaran-Mandiracan, menyepakati ganti untung tanah sebesar Rp 254 ribu per meter.

Ketua Tim Pengadaan Tanah Edi Sumarsono mengatakan, musyawarah bentuk ganti kerugian pembangunan tapak menara SUTET ini dalam bentuk uang dengan nilai rupiah.

"Bagi pemilik tanah terdampak pembangunan tapak tower SUTET, telah sepakat menerima ganti untung dengan kewajaran sesuai undang undang," katanya di Batang, Sabtu (15/4/2017).

Menurut dia, musyawarah ganti untung diikuti pemilik tanah atau kuasanya yang mempunyai hubungan darah atau kekerabatan.

Sedang orang yang tidak berhak atau tidak mempunyai kewenangan, tidak boleh ikut dalam kegiatan tersebut.

Edi mengatakan, pembayaran ganti untung tanah itu dilakukan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Warga penerima ganti untung pun diminta menandatangani kesepakatan dan membuka rekening untuk teknisnya.

"Bagi yang hadir tetapi tidak sepakat dengan nilai harganya akan diberikan kesempatan mengajukan gugatan ke pengadilan negeri dalam kurun 14 hari," ucapnya.

Kendati demikian, ia berharap, warga terdampak pembangunan tapak tower bisa menyepakati ganti untung yang ditentukan tim appraisal agar pembangunannya bisa secepatnya dibangun.

Penanggung Jawab PLN Pembangunan SUTET Kabupaten Batang, Suwardi, menambahkan, saat ini, PLN masih fokus dalam pengadaan tanah untuk pembangunan tower SUTET.

"Sebelum ada pembayaran kita tidak akan melakukan eksekusi atau pembangunan. Kendati demikian, apabila tanah itu sudah dibayar, kami minta warga tidak menanami pohon," tandasnya. (antarajateng.com)

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved