Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ada Boneka Barbie dan Benteng Kotak Suara, Inilah Isi Rumah Pintar Pemilu Kota Tegal

Begitu masuk, pengunjung dapat melihat sederet foto wali kota dan wakil wali kota Tegal yang pernah menjabat.

TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Seorang pengunjung melihat maket TPS berisi boneka barbie di Rumah Pintar Pemilu Kota Tegal, Selasa (18/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- KPU Kota Tegal meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang dinamai Poci Pemilu, Selasa (18/4/2017).

Komisioner KPU Jateng, Ikhwanudin, mengatakan RPP ini merupakan upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat pada pesta demokrasi melalui pengenalan politik.

Keberadaannya di setiap kota atau kabupaten demi mewujudkan kepedulian tersebut.

Dia pun berharap angka partisipasi pemilih Jateng dalam pemilu meningkat.

"Kami harapkan keberadaan RPP ini meningkatkan pengetahuan dan tingkat partisipasi warga dalam pemilu, terutama bagi pemilih pemula," terangnya.

Ia juga meminta para pengurus KPU di kabupaten/kota dapat menuangkan inovasi dan kreativitas agar masyarakat tertarik datang ke RPP.

Rumah pintar ini harus memenuhi standar, yakni ketersediaan ruang audio visual, simulasi, display, dan forum grup diskusi.

RPP Kota Tegal yang ada di sebelah gedung KPU, Jalan Sumbodro, Tegal Timur, juga dilengkapi sejumlah ornamen unik untuk menarik pengunjung.

Begitu masuk, pengunjung dapat melihat sederet foto wali kota dan wakil wali kota Tegal yang pernah menjabat.

Kemudian rekapitulasi data KPU dari puluhan tahun yang lalu serta bendera dan poster.

Satu yang mencolok adalah maket tempat pemungutan suara (TPS) berisi boneka barbie.

Boneka itu dipasang sedemikian rupa sesuai suasana pencoblosan suara.

Ada pula kotak suara yang disusun seperti benteng sehingga menghadirkan atmosfer berbeda.

"Boneka barbie itu alat peraga pencoblosan suara untuk anak kecil. Anak kecil yang melihat pasti tertarik," kata Ketua KPU Kota Tegal, Agus Wijonarko.

Menurutnya, target pengunjung tak hanya masyarakat dewasa dan pemilih pemula.

Pihaknya juga menyasar anak-anak atau pelajar yang duduk di bangku SD dan SMP.

"Anak-anak bisa belajar tentang proses demokrasi di sini. Saat belajar Pendidikan Kewarganegaraan, guru bisa mengajak anak-anak untuk belajar di ruangan ini," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved