2 Dukuh Tenggelam Jadi Lautan, Demak Jadi Daerah di Pantai Utara Jateng Terdampak Abrasi Terparah

Wakil Bupati Demak, Djoko Sutanto mengklaim wilayah yang ia pimpin merupakan daerah yang terdampak abrasi paling parah

Penulis: rival al manaf | Editor: muslimah
Tribun Jateng/rival al manaf
Seorang anak akan memasuki rumahnya yang jarak antara atap dan tanah hanya berkisar 1,5 meter di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Sabtu (22/4/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Wakil Bupati Demak, Djoko Sutanto mengklaim wilayah yang ia pimpin merupakan daerah yang terdampak abrasi paling parah dibandingkan dengan beberapa daerah lain di pantai utara Jateng

Dalam kegiatan penanaman Mangrove bersama Menteri lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, Sabtu (22/4/2017) ia memaparkan beberapa data luas wilayah yang terkena abrasi.

"Kabupaten Demak mememiliki luas wilayah 89.743 hektare di pantura Jawa, panjang pantai sejauh 34 Km, namun, abrasi mencapi 798 hektare," jelasnya dihadapan menteri.

Ia menambahkan dari ratusan hektare yang terkena abrasi itu, Kecamatan Sayung menduduki peringkat tertinggi dengan 420 hektare, baru disusul karangtengah dengan 57 hektare.

"Abrasi di Demak terutama Sayung merupakan yang tertinggi beberapa dukuh hilang. Dulunya, sini (Morosari) adalah persawahan, namun saat ada abrasi beberapa dukuh sudah jadi laut," tegasnya.

Karena sadar masyarakat tidak bisa hidup lagi dari lahan pertanian, Pemkab kemudian merubah dan mendorong masyarakat untuk beralih ke sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata.

"Kami kucurkan anggaran 20 M di sekitar Sayung untuk mendongkrak Pantai Morosari sebagai wisata Mangrove," tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Muhammad Faizin menambahkan dua dukuh yang tenggelam itu adalah Dukuh Rejosari dan Tambaksari.

"Ada sekitar 300 KK yang dulunya mendiami dua dukuh tersebut kini harus berpindah karena tenggelam jadi lautan," terang pria yang akrab disapa Faiz tersebut.

Menurutnya beberapa warga terpaksa pindah ke daerah lain karena abrasi. Oleh karena itu ia mendukung upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanam ribuan Mangrove pada peringatan Hari Bumi tersebut.

"Harapannya tentu sektor pariwisata di Bedono. Morosari ini terdongkrak, dan tidak ada lagi dukuh yang tenggelam," pungkas Faiz.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved