Mantan Pegawai BRI Group Bobol ATM BRI di Pemalang

Dari hasil pengembangan diamankan pula pelaku lainnya yakni EP (23) yang merupakan tetangga RA

Mantan Pegawai BRI Group Bobol ATM BRI di Pemalang
Humas Polres Pemalang

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Keuletan dan kejelian personel unit Reskrim Polsek Moga, Kabupaten Pemalang dalam merespons laporan masyarakat berbuah hasil terungkapnya kasus pembobolan ATM BRI yang dilakukan dua orang tersangka, Sabtu (22/4/2014).

Kapolsek Moga, AKP Amin Mezi Syafiudin, bersama Unit Reskrim Polsek Moga bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa saksi, hingga pada Sabtu (22/04/17) dini hari pukul 01.00 Wib berhasil mengamankan RA (22) warga Desa Bantarbolang Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang di jalan Mulyoharjo Desa Bantarbolang.

Dari hasil pengembangan diamankan pula pelaku lainnya yakni EP (23) yang merupakan tetangga RA.

"Berdasarkan bukti yang berhasil didapatkan Reskrim Polsek Moga, dihari yang sama RA dan EP resmi dijadikan tersangka," kata dia, dalam rilisnya, Rabu (26/4/2017).

Unit Reskrim Polsek Moga juga berhasil mengamankan uang sisa hasil kejahatan tersangka sebesar Rp 12,2 juta dan satu unit handphone dari tangan RA yang dibeli dari hasil kejahatan.

Adapun uang selebihnya digunakan tersangka untuk foya-foya, karena yang bersangkutan sudah tidak bekerja sejak Januari 2017 dari perusahaan vendor ATM tersebut.

"Karena tahu seluk-beluk ATM sehingga dalam melakukan tindak kejahatan tersangka sangat rapih dengan modus membuat eror mesin ATM dengan kunci palsu," kata dia.

Kejadian berawal dari laporan Andi Prihantoro (29) , Kepala layanan PT. Bringin Gigantara Cabang Pemalang yang merupakan vendor ATM BRI sewilayah karesidenan Pekalongan.

Warga Bongsari Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang tersebut, melaporkan, tentang adanya kerusakan ATM BRI yang berada di Rumah Sakit Islam (RSI) Rodliyah Achid Moga.

Kerusakan diketahui sejak Senin (17/4/2017) pukul 22.00, yang mengalami offline dan diperiksa dengan seksama oleh teknisi PT Bringin Gigantara ternyata kabel CCTV dalam galeri sudah terputus, sehingga teknisi memutuskan untuk mengamankan kaset (peti uang mesin ATM) ke kantor.

Setelah dilakukan pengecekan kaset ada selisih sisa uang saat awal pengisian sampai dengan mesin ATM mengalami kerusakan sebesar Rp 21.500.000.

Atas kejadian itu Rabu (19/04/17) kepala layanan PT. Bringin Gigantara Cabang Pemalang melaporkan adanya tindak pembobolan ATM ke Polsek Moga Polres Pemalang.

"Terima kasih kepada anggota tim yang telah bekerja keras dan Alhamdulillah berkat keuletan dan kejelian tim, kasus ini dapat terungkap. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun penjara dan saat ini tersangka diamankan di Polres Pemalang untuk proses penyidikan lebih lanjut," ungkap Kapolsek Moga.

(*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved