Kisah Inspiratif

Mahasiswi UGM Sukses Kembangkan Bisnis Bunga Tiruan Raup Puluhan Juta Per Bulan

Ditemui di rumahnya yang sekaligus menjadi workshop buket bunga yang ia namai Fleurify, Nana, demikian sapaannya, menceritakan seluk beluk bisnisnya.

tribun jateng

TRIBUNJATENG.COM, JOGJA -- Media sosial menjadi tempat pembelajaraan bagi Natura Kusumadewi untuk memulai bisnis buket bunga. Baru setahun berwirausaha, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini telah meraup puluhan juta per bulan.

Ditemui di rumahnya yang sekaligus menjadi workshop buket bunga yang ia namai Fleurify, Nana, demikian sapaan pemilik nama lengkap Natura Kusumadewi ini, menceritakan seluk beluk bisnisnya. Menurut Nana bunga telah menjadi hadiah favorit di setiap momen penting, seperti wisuda dan ulang tahun.

"Momen-momen seperti itu kan sayang untuk dilewatkan, kebanyakan hadiah bunga yang mereka berikan bunga asli yang mudah layu, jadi sayang banget bisa menghilangkan momen berharga itu. Makanya saya buat bunga tiruan ini agar momen manis itu terus dikenang lewat bunga," ucapnya saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di perumahan Minomartani Sleman, Yogyakarta.

Ya, di tangan Nana bunga-bunga cantik beraneka model dan berwarna-warni berhasil ia ciptakan. Sampai saat ini 30 jenis bunga berhasil Nana buat, diantaranya bunga mawar, matahari, bunga tulip, dan lain-lain.

Bermodal awal Rp 600 ribu Nana mampu meraup keuntungan jutaan rupiah, padahal ia baru merintis usaha pada Mei 2016. Puncaknya pada momen Valentine beberapa bulan lalu, gadis kelahiran 10 Desember 1992 ini meraup untung puluhan juta per bulan.

"Mei-Juni saya fokus menciptakan beberapa jenis bunga flanel untuk membuka lini usaha ini," jelasnya. "Awal-awal dapat respons baik, saya dapet Rp 4-8 juta per bulan. Puncaknya pas Valentine bulan Februari lalu omzet saya mencapai Rp 21 juta," cetusnya, Senin (24/4).

Tak dibutuhkan kursus apapun untuk membuat bunga-bunga kain ini. Nana belajar bermodal video tutorial yang sudah banyak diunggah di situs Youtube. "Belajar merangkai bunga secara otodidak melalui video tutorial membuat bunga dari kain selama tiga hari lewat Youtube. Sejak SMA saya juga udah mainan jahit menjahit boneka, jadi ini improvisasi aja," terangnya.

Harga buket bunga yang ditawarkan Nana pun bervariasi mulai dari Rp 35 ribu - Rp 700 ribu, sesuai jumlah bunganya. Nana juga tak keberatan bila ada konsumen yang hanya membeli per tangkai bunga. Ia biasa mematok harga mulai dari Rp 17 ribu hingga Rp 35 ribu.

Dalam memasarkan usahanya Nana bermodalkan akun media sosial Instagram atas nama @fleurify untuk menyebarluaskan bunga-bunganya. Nana melayani pesanan lewat jasa ekspedisi atau pemesan bisa ambil langsung di rumah produksinya.

"Pembayaran harus lunas dari awal, kalau terjadi transaksi di atas Rp 500 ribu pakai uang tanda jadi dulu, dan mesti dilunasi empat hari sebelum pengiriman barang," kata Nana.

Pelanggan Nana pun beraneka ragam tak hanya lingkup Yogya, bahkan pemesan asal Jakarta, Aceh dan Kalimantan kerap membeli karya Nana.

"Sejauh ini mereka belum pernah ada yang komplain, malah ada yang nyaranin untuk menyemprotkan wewangian di bunga-bunga yang hendak dikirim," tambahnya.

Seiring berkembangnya lini usahanya, kini Nana mempekerjakan tiga karyawan untuk melayani semua pesanan. Nana juga sadar adanya karyawan bisa meniru karyanya.

Untuk menyiasatinya Nana mengembangkan inovasi-inovasi baru. Hasilnya kini Nana tengah membuka model baru yaitu, buket beralas papan dan keranjang. Harganya bervarian Rp 150 ribu - Rp 175 ribu per buket papan, sedang buket yang dikemas di keranjang seharga Rp 490 ribu.

Selain itu, Nana juga pernah mengikutkan usahanya dalam ajang wirausaha muda mandiri 2016 di bidang kreatif meskipun gagal meraih juara. Ia pun berniat untuk mendirikan showroom sendiri untuk memajang hasil usahanya. (tribun jogja/hening wasisto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved