Misteri Kakek Amin yang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, di Medsos Beredar Terduga Pelakunya
Selain itu, pihak forensik belum mengeluarkan hasil temuan barang bukti sabit yang ditemukan masih di lokasi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Penyidik Reserse Kriminial (reskrim) Polres Kendal hingga kini belum dapat menguak kasus pembunuhan Amin Abdullah (80) yang tewas dengan luka bacok di kamar rumahnya, Jumat (7/4/2017) lalu.
Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengungkapkan sejauh ini belasan saksi baik keluarga, kerabat dan tetangga korban sudah diperiksa, namun minimnya barang bukti dan tidak adanya saksi saat kejadian membuat pihaknya belum menetapkan tersangka kasus tersebut.
"Kami sudah beberapa kali memeriksa anak kandung tetapi belum berani menyimpulkan karena masih minim alat bukti, " ujar Aris, Kamis (27/04/2017).
Selain itu, pihak forensik belum mengeluarkan hasil temuan barang bukti sabit yang ditemukan masih di lokasi.
Kapolres Kendal, AKBP Firman Darmansyah mengakui jika penyidiknya kesulitan mengumpulkan barang bukti.
“Penyidik tidak tergesa-gesa untuk menetapkan tersangka sebelum menemukan bukti yang kuat untuk menjerat tersangka,” imbuhnya.
Terkait banyaknya isu yang beredar di media sosial tentang orang gila yang yang diduga membunuh Kakek Amin, Firman menghimbau agar masyarakat jangan mudah termakan berita yang tidak ada buktinya
"Kami akan terus menyelidiki dan mendalami kasus ini, semoga secelatnya ada titik temu,” tambahnya.
Seperti diberitakan, seorang kakek berusia 80 warga Dusun Juwiring Lor RT 01 RW 19 Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring tewas dengan kondisi tubuhnya penuh dengan sabetan senjata tajam di bagian punggung dan wajah korban.
Tidak ada saksi mata saat kejadian 7 April lalu, lantaran selama ini sang kakek malang tersebut tinggal seorang diri di rumahnya.
Korban bernama Amin Abdullah (80) kali pertama ditemukan anak pertama yakni Siti Ngaisyah (60).
Ngaisyah memanggil bapaknya namun tidak ada jawaban. Curiga, dia pun masuk ke kamar dan memegang tubuh Amin.
Alangkah terkejutnya Ngaisyah melihat darah segar mengalir di tubuh Bapaknya.
"Tulung-tulung bapaku kok kayak ngene tulung-tulung kok yo tegel ki bapak diapake (Tolong-tolong bapak saya kok seperti ini tolong-tolong, kok ya tega bapak saya diapain ini), " ujar Ngaisyah.
Siti mengaku selama ini bapaknya tidak punya masalah dengan orang lain apalagi sudah pikun.
Siti juga menegaskan tidak mungkin perbuatan tersebut dilakukan maling sebab tidak ada tidak ada barang berharga yang dimiliki Kakek Amin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kasatreskrim-polres-kendal-akp-aris-munandar_20170427_150601.jpg)