Seminggu di Belanda, Ini Oleh-oleh Bupati Demak untuk Atasi Abrasi
Belanda ternyata memanfaatkan tanaman untuk menahan derasnya luapan banjir. Hal itu dipaparkan Bupati Demak, M Natsir sepulang dari Belanda
Penulis: rival al manaf | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Belanda ternyata memanfaatkan tanaman untuk menahan derasnya luapan banjir.
Hal itu dipaparkan Bupati Demak, M Natsir sepulang dari Belanda, Jumat (28/4/2017).
Ia bersama Sekda dan Kepala Dinas PU Kabupaten Demak memang diminta Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berguru ke Belanda dalam hal penanganan abrasi, banjir dan rob.
"Ada beberapa hal yang menjadi catatan kami bagaimana Belanda mengatur pengairannya, salah satunya adanya tanaman pendek semacam Rosela di daerah yang khusus untuk menampung luapan banjir," jelas Natsir dalam kegiatan Njamu Coro bersama Kang Natsir di Pendopo Kabupaten
Selama satu minggu di negeri asal Total Football tersebut, ia diajak berkeliling oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Belanda untuk melihat pengelolaan air di sana.
"Di sana air di hormati, diberikan tempat sendiri dimana saat debit naik akan tertampung di wilayah tersebut. Dulunya wilayah itu ya perkampungan, mereka perlu waktu 15 tahun untuk bisa merelokasi warganya," jelas Natsir.
Di wilayah penampungan banjir tersebut selain melihat tanaman yang digunakan sebagai penahan, ia juga melihat hal lain yang berbeda dengan apa yang ada di Demak.
"Di sana, tanggul selalu lebih tinggi dibandingkan jalan. Beda dengan di sini dimana jalan lebih tinggi dibanding tanggul. Selain itu di samping tanggul juga ada namanya paku beton. Mereka juga membuat tanggul dari tanah yang dikeruk dari sungai atau lautan," bebernya.
Beberapa pelajaran berharga itu rencananya akan diterapkan di Demak untuk mengatasi permasalahan yang sama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-demak-m-natsir_20170428_183818.jpg)