Breaking News:

Alasan Polisi Rahasiakan 'Identitas Pelaku' Penyiraman Penyidik KPK, Novel Baswedan

Ia enggan mengungkapkan titik terang yang dia maksud lantaran khawatir informasi yang diberikan ke publik akan dijadikan celah pelaku untuk menghindar

Editor: Catur waskito Edy
Kemarin Penglihatan Mata Kanan Novel 10%, Mata Kiri 5%, Hari Ini Membaik 30% TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan kursi roda saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Meski sudah menemukan titik terang dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Polri masih menutup identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap salah seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Wakil Kapolri Komjen Pol Syafruddin memastikan, kasus ini akan diungkap secepatnya.

"Sudah ada titik terang. Saya berkali-kali katakan, investigasi, selidiki, ungkap secepatnya," ujar Syafruddin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Ia enggan mengungkapkan titik terang yang dia maksud lantaran khawatir informasi yang diberikan ke publik akan dijadikan celah pelaku untuk menghindari proses hukum.

Wakapolri kemudian memastikan kembali, Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini.

"Nanti (dibilang) titik terang, titik terang, kabur nanti pelakunya. Polda Metro yang akan jelaskan," kata Syafruddin.

Polisi dalam kasus ini sudah mengantongi sejumlah bukti seperti foto dan rekaman CCTV di rumah Novel.

Namun, rekaman tersebut tidak memperlihatkan pelaku yang menyiram air keras ke wajah Novel.

Para saksi pun sudah dimintai keterangan, namun belum ada bukti kuat yang mengarah pada tersangka.

Pekan lalu, Polda Metro Jaya memeriksa dua orang yang dianggap mencurigakan karena kedapatan berada di lingkungan rumah Novel.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved