Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hasil Pertanian, Peternakan dan Perkebunan di Lapas Kelas II B Kendal Pikat Menkumham

Lembaga Pemasyaratan (lapas) Terbuka kelas II B Kabupaten Kendal menjadi bukti Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mampu berproduksi dan mandiri.

Tayang:
Penulis: dini | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly, menndatangi prasasti peresmian Lapas Terbuka Kendal menjadi Lapas Produktif Sabtu (29/4) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Lembaga Pemasyaratan (lapas) Terbuka kelas II B Kabupaten Kendal menjadi bukti, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mampu berproduksi dan mandiri.

Dari 7,3 hektare lahan terdapat 4,3 hektare lahan yang digunakan tampak hijau dan produktif.

Bahkan beberapa hasil peternakan, pertanian dan perkebunan menarik hati sejumlah pejabat.

Mulai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen. Pol. Condro Kirono, dan sejumlah pejabat yang hadir pada peresmian lembaga pemasyarakatan (lapas) Lapas Terbuka Kendal menjadi Lapas Produktif Sabtu (29/4/2017) siang.

"Kualitas hasil pertanian bagus contohnya kacang panjang ini, bersih dan segar nanti hasil panennya akan diserahkan ke warga sekitar," ujar Yasonna saat melihat perkebunan kacang panjang.

Setelah hampir satu jam berkeliling lahan Lapas, Yasonna puas dengan produksi lapas hasil WBP Kendal.

Yasonna menegaskan Lapas tidak hanya sebagai tempat membina Napi secara konvensional tapi juga bisa menghasilkan produk berkualitas.

Dalam Lapas produktif, WBP diajarkan bercocok tanam, beternak hingga berkebun agar kelak bisa bermanfaat saat keluar dari Lapas.

"Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dalam melihat lapas konsumtif menjadi lapas produktif, serta menggubah citra warga binaan mereka bisa berkreasi, produktif serta berkontribusi, " jelas Yosanna.

Menurut, Yosanna sebenarnya program ini sudah dirancang sejak dua tahun lalu.

Sehingga Lapas tidak sekadar memberi ketrampilan tetapi juga sebagai bekal yang mengarah pada pembinaan yang produktif.

"Lapas ini harus dirawat dan berkelajutan, bukan sekali pukul saja tetapi harus berkembang," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved