Dosen Undip Dibunuh

TERNYATA Pelaku Sering Tidur di Lantai Dua Rumah Korban, Anehnya Tak Ada Bercak Darah

Waktu itu kunci mobil dan rumah korban diantarkan Dion ke rumah korban. Sedangkan pelaku bernama Pardi sudah menunggu korban di depan rumah

TERNYATA Pelaku Sering Tidur di Lantai Dua Rumah Korban, Anehnya Tak Ada Bercak Darah
ISTIMEWA
Nanik Tri Mulyani (72), dosen Fakultas Kedokteran Undip semasa hidup 

TRIBUNJATENG.COM - Keluarga Nanik Tri Mulyani tampak tabah ketika menunggu kehadiran jenazah di RSUP Kariadi Semarang, Sabtu (29/4).

Jenazah sampai di RSUP Kariadi sekitar pukul 18.00 diantar menggunakan mobil ambulans RSUD HJ Anna Lasmanah Banjarnegara. Diberitakan sebelumnya, jenazah Nanik Tri Mulyani ditemukan di selokan di Lengkong Kabupaten Banjarnegara.

Kemudian terungkap, pelaku telah menghabisi nyawa korban di Semarang kemudian mayat korban dibuang di Banjarnegara. Polisi telah tetapkan dua tersangka, yang merupakan warga Watumalang Kabupaten Wonosobo. Mereka adalah Parman (22) dan Supardi (22)..

Anak Nanik Tri Mulyani, Budi Raharjo Legowo mengatakan terakhir bertemu ibunya saat mengunjunginya di Jakarta Sabtu (22/4) setelah pulang dari luar negeri. Keesokan harinya dirinya mengantarkan ibunya ke Bandara Soekarno Hatta karena akan pulang ke Semarang.

Heboh penemuan mayat di selokan pinggir jalan di desa Lengkong, Banjarnegara.
Mayat perempuan usia 70an tahun ini kemudian berhasil diungkap, sebagai dosen Kedokteran Undip Semarang
Heboh penemuan mayat di selokan pinggir jalan di desa Lengkong, Banjarnegara. Mayat perempuan usia 70an tahun ini kemudian berhasil diungkap, sebagai dosen Kedokteran Undip Semarang (tribunjateng/khoirul muzaki)

"Saya kurang paham waktu kejadian di Semarang. Biar kepolisian yang mengungkap," ujarnya.

Menurut Budi, ibunya tinggal di Jalan Plampitan nomer 58 bersama tujuh anak kos. Secara detail, ia tidak mengetahui siapa saja yang mengekos di tempat orangtuanya. "Saya sudah lama pisah jadi tidak tahu persis siapa saja yang tinggal di situ," ujarnya.

Keponakan Nanik, Sebastian B Soediono, mengatakan waktu itu korban pulang dari India, kemudian berkunjung terlebih dahulu ke anaknya pada Hari Sabtu (22/4). Korban pulang ke Semarang pada hari Minggu (23/4).

"Waktu itu kunci mobil dan rumah korban dibawa kerabatnya Dr Dion. Lalu kunci tersebut diantarkan ke rumah korban lima menit lebih awal dari korban, sedangkan pelaku bernama Pardi sudah menunggu korban di depan rumah," ujarnya.

Menurutnya, kunci yang dibawa Dr Dion diterima langsung oleh korban. Setelah menyerahkan kunci, kerabat korban pulang ke rumahnya.

Selanjutnya pelaku memasukkan koper korban ke dalam rumah. "Setelah memasukkan koper tidak tahu hilang kemana korban," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved