Dosen Undip Dibunuh

TERUNGKAP, Pelaku Cekik Dosen Kedokteran Undip di Semarang, Mayat Dibuang di Banjarnegara

TERUNGKAP, Pelaku Cekik Dosen Kedokteran Undip di Semarang, Mayat Dibuang di Banjarnegara

TERUNGKAP, Pelaku Cekik Dosen Kedokteran Undip di Semarang, Mayat Dibuang di Banjarnegara
tribunjateng/khoirul muzaki/ist
Penemuan mayat di jalan raya desa Lengkong, Rakit Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kepolisian Sektor (Polsek Semarang Tengah) mengungkap kasus hilangnya Nanik Tri Mulyani (72) warga Jalan Plampitan No 58 Semarang Tengah, Minggu (23/4) lalu. Nanik ternyata menjadi korban pembunuhan. Sebelumnya Nanik sempat dilaporkan menghilang dari rumahnya.

Selain seorang dokter, Nanik adalah dosen tidak tetap yang mengajar di Fakultas Kedokteran Undip Semarang.

"Kasus ini masuk tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pasalnya 365 ayat 3 dan 4 KUHP," kata Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Kemas Indra Natanegara, Sabtu (29/4).

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah Parman (22) dan Supardi (22). Keduanya warga Dusun Banyu Kembar, Desa Krangen Wetan, Watu Malang, Wonosobo.

Polisi mengevakuasi jenazah korban
Polisi mengevakuasi jenazah korban (DOKUMEN POLSEK SEMARANG TENGAH)

"Supardi sudah kami tangkap, sedangkan Parman masih DPO (daftar pencarian orang)," kata Kemas.

Menurut Kemas, kasus itu bermula ketika Parman masuk ke dalam kamar korban melalui jendela dapur yang terbuka, Minggu (23/4) pukul 12.00 WIB. Menurut pengakuan mereka, niat awal para tersangka itu adalah mencuri.

Berselang dua jam, korban masuk dalam rumah. Kala itu korban baru pulang dari Jakarta, setelah menjenguk kerabat. "Ketika korban masuk sampai di kamarnya, Parman langsung mencekik leher korban hingga meninggal," terangnya.

Peristiwa pembunuhan itu diceritakan Parman ke Supardi. Mereka lalu pergi ke parkir Rumah Sakit Tlogorejo untuk mengambil mobil Honda Freed B 1704 NME milik korban yang berada di sana.

"Lalu pada jam enam sore, Parman kembali ke rumah korban. Selanjutnya mengangkat mayat korban dalam kondisi kaki dan tangan terikat, serta mulut dilakban," papar Kemas.

Baca: Kronologi Pembunuhan Dosen Kedokteran Undip, Jasad Ditemukan di Selokan

Halaman
123
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved