15.392 Siswa SMP/MTs di Kabupaten Kendal Siap UN, Soal Ujian Didistribusikan Selasa Pagi

Ada 246 dus naskah ujian nasional SMP dan MTs dan 24 dus naskah ujian nasional paket B yang disimpan di ruangan khusus dan dipisah berdasarkan rayon

15.392 Siswa SMP/MTs di Kabupaten Kendal Siap UN, Soal Ujian Didistribusikan Selasa Pagi
tribunjateng/deni setiawan
Jelang Ujian Nasional SMP 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 270 dus yang berisi naskah ujian nasional SMP dan MTs siap didistribusikan saat pelaksanaan pelaksanaan ujian nasional berlangsung besok, Selasa (02/05/2017) pagi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Agus Rifai mengungkapkan soal ujian yang dicetak di Surabaya sebenarnya sudah tiba di Kendal sejak Sabtu (29/03) lalu dengan pengawalan ketat dari kepolisian.

"Ada 246 dus naskah ujian nasional SMP dan MTs dan 24 dus naskah ujian nasional paket B yang disimpan di ruangan khusus dan dipisah berdasarkan rayon masing-masing,” jelas Rifai, Senin (01/05/2017)

Nantinha, soal akan didistribusikan saat pelaksanaan ujian nasional yang diambil oleh masing-masing rayon berdasarkan jadwal lokasi sekolah yang terjauh.

Kabid Pembinaan SMP Sri Bagus menambahkan, jumlah naskah soal ini sudah tiap sekolah agar tidak ada kendala saat pengambilan.

Terkait pelaksanaan ujian nasional tahun 2017 jumlah sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) UNBK ada 26 sekolah dari 148 sekolah SMP/ MTs di Kabupaten Kendal. Dengan jumlah peserta sebanyak 15.392 siswa.

"Ketidaksiapan sarana dan prasana jadi kendala 122 sekolah dari 148 SMP/MTs untuk UNBK dan memilih Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) 2017, " ungkapknya.

Ketua Panitia UNBK Kab Kendal Sutadi mengatakan, 26 sekolah yang telah siap mengikuti UNBK yakni 3 SMP Negeri, 2 MTs Negeri dan 21 SMP dan MTS swasta.

Dia mengakui masih banyak sekolah yang tidak siap karena terkendala sarana dan prasana. Disyaratkan bagi sekolah yang bisa melaksanakan UNBK harus memiliki komputer minimal 1/3 dari jumlah peserta ujian, sebab ujian dilaksanakan 3 shift

"Sedangkan sekolah swasta banyak yang menginduk di SMA atau SMK karena satu yayasan berbeda dengan sekolah negeri," ujarnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, sebenarnya pihak sekolah negeri telah menawarkan solusi dengan kepada orang tua atau wali murid, agar pelaksanaan UNBK bisa dilaksanakan di SMA/SMK terdekat.

Tetapi sebagian besar menolaknya dengan alasan psikologis siswa satu diantara tidak nyaman dengan lingkungan baru.

Meski demikian, Sunadi menambahkan bahwa soal atau materi yang diberikan baik bagi siswa yang ikut UNBK atau UNKP sama hanya teknik pengerjaannya yang berbeda.

"Kami tidak mewajibkan semua sekolah SMP /MTs bisa ikut UNBK semua tahun depan sebab tergantung kondisi sekolah, " imbunya. (*)

Penulis: dini
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved