Nissan Siap Pasarkan Mobil Listrik di Indonesia, Tapi Begini Kendalanya

Nissan Leaf telah menjadi market leader di kelasnya dengan total penjualan lebih dari 200 ribu unit di seluruh dunia sejak diluncurkan pada 2011.

Nissan Siap Pasarkan Mobil Listrik di Indonesia, Tapi Begini Kendalanya
NISSAN USA
Nissan Leaf 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, MADIUN - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) menyatakan kesiapan meluncurkan mobil listrik (electric vehicle) ke pasar domestik.

Sayang, infrastruktur di Indonesia masih belum siap menyambut mobil berteknologi terbaru itu.

Satu di antara mobil listrik yang sudah diluncurkan secara global adalah Nissan Leaf.

Produk ini masih dipasarkan di negara tertentu.

"Kendala kami adalah tak ada support dari pemerintah menyangkut penyediaan charger station dan harga yang mahal," kata General Manager Marketing Strategy PT NMI, Budi Nur Mukmin, dalam Nissan Media Workshop di Hotel Aston Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/5/2017).

Budi Nur Mukmin memberi pemaparan mengenai produk Nissan dalam media workshop di Hotel Aston Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/5/2017).
Budi Nur Mukmin memberi pemaparan mengenai produk Nissan dalam media workshop di Hotel Aston Madiun, Jawa Timur, Rabu (3/5/2017). (TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN)

Budi menyebutkan, Nissan Leaf telah menjadi market leader di kelasnya dengan total penjualan lebih dari 200 ribu unit di seluruh dunia sejak diluncurkan pada 2011.

Produk ini pula yang menempatkan Nissan sebagai pelopor produsen mobil listrik di dunia.

Ketiadaan Charger station menjadi kendala utama dalam memasarkan mobil listrik di Indonesia.

Charger station tersebut menjadi sumber daya kendaraan ini.

Jika tidak ada, ibarat menjual mobil tanpa menyediakan bahan bakar.

"Lha kalau kami jual mobil tanpa ada SPBU, ya, percuma saja. Untuk itu harus ada support insfrastruktur dari pemerintah," paparnya.

Padahal penggunaan mobil listrik akan mengurangi gas emisi yang dapat menyebabkan efek rumah kaca.

Sejalan dengan program pemerintah yang ingin mengendalikan polusi akibat asap kendaraan.

"Terlepas dari itu, yang namanya teknologi pasti berharga mahal. Untuk mendukung itu, seharusnya pemerintah juga memberi keringanan pajak bea masuk agar mobil listrik bisa terealisasi di Indonesia," jelasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved