Usulan Penambahan Dana Revitalisasi Pasar Suruh Sulit Terealisasikan

Seperti diketahui, Bupati Semarang Mundjirin melalui surat resminya bernomor 900/001056 per 30 Maret 2017 melayangkan beberapa poin usulan anggaran

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto menegaskan apabila pihaknya hingga saat ini belum atau bahkan tidak merencanakan pembahasan khusus berkait permasalahan revitalisasi Pasar Suruh di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

"Kami tidak bisa memasukkan usulan Pemkab Semarang dalam penambahan dana revitalisasi pembangunan Pasar Suruh untuk mendahului penetapan perubahan APBD Kabupaten Semarang Tahun 2017 ini," kata Bambang Kusriyanto kepada Tribun Jateng, Rabu (3/5/2017).

Seperti diketahui, Bupati Semarang Mundjirin melalui surat resminya bernomor 900/001056 per 30 Maret 2017 melayangkan beberapa poin usulan anggaran melalui mekanisme mendahului perubahan APBD Kabupaten Semarang Tahun 2017. Satu di antaranya adalah penambahan anggaran untuk revitalisasi Pasar Suruh.

Menurut Bupati, dana yang telah diterima Pemkab Semarang melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Semarang sebesar Rp 6 miliar dari Kementerian Perdagangan RI sebagai dana tugas pembantuan APBN Tahun Anggaran 2017, masih sangat kurang untuk merealisasikan program revitalisasi pasar tersebut.

Karenanya, Bupati Semarang mengajukan usulan kepada Ketua DPRD Kabupaten Semarang untuk dapat memperoleh dana tambahan melalui anggaran mendahului penetapan perubahan APBD Kabupaten Semarang Tahun 2017. Adapun besaran anggaran yang diusulkan adalah sekitar Rp 8,5 miliar atau total kebutuhan dalam revitalisasi Pasar Suruh sekitar Rp 14,42 miliar.

"Kalau sudah memperoleh bantuan dari Kementerian Perdagangan RI, kami jelas tidak bisa membahas apalagi penyetujui usulan tersebut. Bisa-bisa nanti bermasalah di regulasi atau hukum karena ada double anggaran. Kalau sudah ada dana dari pusat, ya sudah gunakan saja dana tersebut," jelasnya.

Bambang Krebo (sapaan akrab Bambang Kusriyanto) menambahkan, apabila melihat bantuan dana yang diberikan Pemerintah Pusat itu, dirasa cukup dalam program revitalisasi Pasar Suruh. Terlebih lagi, desain engeenering detail (DED) nya pun sudah tersedia dari pusat.

"Nah, sekarang silakan saja Pemkab Semarang mau bagaimana. Kalau eman-eman dana bantuan pusat, ya dipergunakan saja sesuai DED dari saja. Tidak gunakan DED yang tahun ini sudah dirancang dan dianggarkan melalui APBD Kabupaten Semarang 2017 sebesar Rp 200 juta. Jika masih kurang, silakan sampaikan ke kementerian," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto kembali menyampaikan, dalam pembahasan internal di tingkat komisi, pihaknya memberikan tiga alternatif dalam program revitalisasi Pasar Suruh untuk menyikapi adanya bantuan dana dari Pemerintah Pusat tersebut.

"Yakni tahun ini dana bantuan sebesar Rp 6 miliar digunakan meskipun baru bisa terealisasikan sekitar 40 persen. Kekurangan dananya, tahun ini diusulkan kembali ke Pemerintah Pusat. Dari hasil konsultasi dengan kementerian, Pemkab Semarang peroleh lampu hijau untuk kembali meminta tambahan dana melalui APBN 2018," jelasnya.

Atau alternatif kedua, lanjutnya, dana bantuan dari pusat tersebut tidak digunakan atau dikembalikan. Jadi seluruh proyek revitalisasi pasar bertipe C tersebut murni menggunakan APBD Kabupaten Semarang. Atau bisa pula tahun ini menggunakan APBN 2017, lalu kekurangannya menggunakan APBD Kabupaten Semarang Tahun 2018.

"Tetapi alternatif ketika itu kami masih mencari regulasinya. Apakah bisa atau tidak. Jika ingin amannya atau dipastikan tidak melanggar regulasi, alternatif pertama dan kedua adalah yang paling tepat. Tinggal Pemkab Semarang mau pilih yang mana. Prinsip, Pemkab harus bertindak cepat agar segera terealisasikan," ucap Said. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved