Batu Yang Ditemukan di Banjarnegara di Banjarnegara Diduga Berasal dari Kerajaan Kalingga
Lokasi penemuan bisa jadi dulunya jalur interaksi persaingan Holing dengan wangsa Syailendra.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih pujo asmoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Sugeng Priyadi menduga, temuan warga Dusun Bitingan, Desa Kepakisan Kecamatan Batur, Banjarnegara berupa bebatuan mirip bahan penyusun candi adalah peninggalan peradaban kerajaan Kalingga atau Holing.
Holing berkuasa pada abad ke 8 atau 730 Masehi dan menguasai wilayah meliputi pegunungan Dieng, Banjarnegara sampai Banyumas, wilayah sekitar Gunung Sindoro dan Sumbing.
"Peradaban Holing beraliran Hindu Siwa. Jika situs itu bagian dari peradaban tersebut, kemungkinan dibangun abad ke-8 atau sekitar tahun 730 Masehi," terang dia.
Lokasi penemuan bisa jadi dulunya jalur interaksi persaingan Holing dengan wangsa Syailendra.
Karena keberadaannya di sisi utara Dieng, Sugeng menduga masih ada keterkaitan antara peradaban di Bitingan dengan temuan situs Candi Liyangan di lereng Gunung Sindoro, Desa Purbasari, Ngadirejo, Temanggung.
Situs Liyangan diperkirakan adalah peninggalan kerajaan Mataram kuno sekitar abad ke 8-10 masehi.
"Sepertinya itu masih satu jalur interaksi, jaraknya juga tidak terlalu jauh dengan Liyangan," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/batu-purba_20170504_151928.jpg)