Tahanan Kabur
Sudah 213 Tahanan yang Kabur Diringkus Aparat, Sisanya Sembunyi di . . .
Sebanyak 213 narapidana dan tahanan yang kabur pasca-kerusuhan dari Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5) diringkus lagi
TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak 213 narapidana dan tahanan yang kabur pasca-kerusuhan dari Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Jumat (5/5) lalu, berhasil ditangkap kembali.
Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Guntur Aryp Tejo, Sabtu (6/5).
Guntur menjelaskan, seratusan napi dan tahanan yang kabur berhasil ditangkap petugas kepolisian dan rutan saat bersembunyi di perumahan warga sekitar rutan. Seratusan napi dan tahanan lainnya ditangkap petugas saat melakukan pelarian di beberapa kabupaten dengan angkutan umum dan elf.
"Yang sudah berhasil kami tangkap sampai siang ini (kemarin red) 212 orang. Ada yang ditangkap di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis. Sebagian tertangkap saat razia di jalan dan perumahan. Belum ada yang tertangkap atau menyeberang ke Sumatera Barat," Guntur menjelaskan.
Ratusan personel kepolisian dari Polda Riau dan sejumlah polres masih melakukan pencarian dan
pengejaran terhadap para napi dan tahanan yang masih melarikan diri.
Personel dari Brimob dan Sabhara Polda Riau dan Polresta Pekanbaru dibantu Satpol PP masih berjaga-jaga di sekeliling komplek rutan. Satu 1 SSK anggota TNI dari kodim setempat melakukan pengamanan di dalam rutan untuk perbantuan pengamanan mediasi.
"Sekarang rutan sudah kondusif dan para napi dan tahanan yang tadi berkeliaran di lapangan sudah kembali ke blok masing-masing, ke Blok B dan C. Sebagian lagi sedang melakukan bersih-bersih sisa kerusuhan kemarin," jelasnya.
Kerusuhan disertai bentrok fisik terjadi di Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, terjadi pada Jumat siang, dua hari lalu jelang para penghuni dikeluarkan dari sel untuk pelaksanaan salat Jumat.
Pembakaran dan perusakan fasilitas rutan dilakukan para napi dan tahanan. Minimnya petugas sipir yang berjaga membuat aksi kerusuhan tersebut dimanfaatkan 400-an napi dan tahanan untuk melarikan diri dari rutan.
Saat kejadian, rutan dihuni oleh 1.800-an napi dan tahanan. Sementara sipir yang berjaga hanya enam orang.
Penyebab kerusuhan diduga dipicu kelebihan kapasitas, minimnya fasilitas air dan adanya pelayanan atau perlakuan petugas rutan yang tidak mengenakkan.
Mediasi antara napi dan tahanan dengan pihak Ditjen Pemasyarakatan pasca-kerusuhan yang dilakukan akhirnya mencapai beberapa kesepakatan. Kondisi di dalam rutan pun telah kondusif. Bahkan, sejumlah napi, sipir dan petugas bahu-membahu memperbaiki fasilitas yang rusak dan membersihkan sisa-sisa kerusuhan.
"Mereka sepakat melakukan pembersihan dan perbaikan bersama seperti pintu blok yang rusak, perbaikan ruang makan dan akan memfungsikan kembali ruang dapur," Guntur memastikan.
"Sementara yang dibakar waktu kerusuhan kemarin oleh napi dan tahanan kemarin itu kandang ayam dan mobil yang sudah tidak terpakai atau rongsok," tambah Guntur. (tribunjateng/cetak/tribun/acoz/jar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tahanan-rutan-sialang-bungkuk-pekanbaru-dipindahkan-ke-lapas_20170507_094650.jpg)