Tahanan Kabur

Jangan Kaget, Penjara akan Dikelola Swasta

Jangan Kaget, Penjara akan Dikelola Swasta. Menkumham Yasona sudah bertemu dengan Komisi III DPR untuk membahas privatisasi penjara sebagai solusi

Jangan Kaget, Penjara akan Dikelola Swasta
tribunpekanbaru
DIPINDAHKAN - Sebanyak 54 tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pekanbaru, Sabtu (6/5). 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Indonesia berencana memberikan kuasa pengelolaan lapas kepada pihak swasta, sebagai langkah mengatasi kerusuhan yang kerap terjadi di lembaga pemasyarakatan seperti yang terjadi di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.

Kerusuhan yang memicu kaburnya sekitar ratusan tahanan pada pekan lalu diduga disebabkan pungli yang dilakukan sipir dan jumlah penghuni yang jauh melebihi kapasitas rumah tahanan tersebut.

Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014).
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mendatangi rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, pada Minggu (7/5) setelah Jumat lalu sekitar 442 orang tahanan melarikan diri. Lebih 200 tahanan sudah tertangkap dan menyerahkan diri, sekitar 200 tahanan lain masih dalam pengejaran.

Di rutan, Yasona marah kepada para petugas sipir dan mengatakan "akan ada yang bertanggung jawab" atas insiden tersebut.

"Saya peringatkan kembali kalian semua. Jangan main-main," tegas Yasona.

Di luar rutan, keluarga napi mengeluarkan protes terhadap apa yang terjadi di dalam lapas.

DIPINDAHKAN - Sebanyak 54 tahanan Rutan Sialang Bungkuk dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pekanbaru, Sabtu (6/5). Tujuan pemindahan itu untuk mengurangi kelebihan kapasitas yang saat ini terjadi di Rutan Klas IIB tersebut. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
DIPINDAHKAN - Sebanyak 54 tahanan Rutan Sialang Bungkuk dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pekanbaru, Sabtu (6/5). Tujuan pemindahan itu untuk mengurangi kelebihan kapasitas yang saat ini terjadi di Rutan Klas IIB tersebut. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir (tribunpekanbaru)

"Kalau mau bicara ini semua (yang datang), membayar (pungli) ini. Uang mingguan ada, katanya 10 ribu. Uang air ada", kata seorang wanita yang mengaku anggota keluarga salah satu napi kepada para wartawan.

"Yang saya inginkan, betul-betullah. Lapas ini untuk dibina mereka supaya jadi orang, manusia. Bukan membinasakan begini."

Sementara, Dirjen Pemasyarakatan I Wayan Kusmiantha Dusak berkata akan memberikan sanksi kepada para sipir yang terlibat.

"Kita mendapat baru pengakuan dari rata-rata penghuni. Adanya pungutan-pungutan ini. Dengan demikian, salah satu yang mereka inginkan adalah memindahkan orang-orang yang diindikasikan ini. Kita akan memenuhi itu," kata Wayan.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved