Breaking News:

Meski Pembangunan Telah Selesai, Rusunawa Pekerja di Kendal Belum Bisa Ditempati. Ini Alasannya

Rusunawa tipe 24 tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas seperti listrik, air dari sumur dalam, tempat tidur, meja kursi tamu, dan dua bed

Penulis: dini | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Seorang pengendara melintas di Rusunawa Kelurahan Kebondalem, Jumat (12/05/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Meski pembangunan telah selesai sejak akhir 2016. Rumah Susun Sedehana Sewa (Rusunawa) Pekerja di Kelurahan Kebondalem sampai saat ini belum bisa ditempati.

Kepala UPTD Rusunawa pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kendal, Sugiyono, menjelaskan, rusunawa yang dikhususkan untuk buruh lajang ini belum bisa ditempati karena masih proses pembentukan tim seleksi dan penyusunan regulasi

Tim tersebut nantinya akan melibatkan dinas-dinas terkait lainnya seperti Bakeuda, Bagian Hukum, Dinas Tenaga Kerja, dan Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Kendal.

"Meski diperuntukan bagi pekerja lajang, tetapi belum tahu apakah perempuan, laki-laki, atau campur, " terangnya, Jumat (12/05/2017).

Rusunawa tipe 24 tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas seperti listrik, air dari sumur dalam, tempat tidur, meja kursi tamu, dan dua bed.

"Penghuni akan dipungut biaya sewa Rp 250 ribu per bulan," imbuhnya

Kehadiran rusunawa bagi pekerja memang sudah ditunggu-tunggu, diantaranya Arif Kusuma (25), karyawan swasta ini berujar harga sewa rusunawa cukup terjangkau dibanding harga kos yang dia tempati meski berada di tengah kota.

"Rata-rata kalau kos di pertengahan kota minimal Rp 300 an itu juga fasilitasnya minim, " keluhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved