Breaking News:

Transaksi Pasar Modal Tembus Rp 700 M Sehari di Semarang, Investor Tak Pernah Memantau

Pantauan itu penting karena bertujuan mencegah broker "nakal" yang memanfaatkan kelengahan investornya yang tidak pernah aktif.

Penulis: raka f pujangga | Editor: abduh imanulhaq
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 90 persen investor di Kota Semarang tak pernah memantau portofolio investasinya melalui Acuan Kepemilikan Sekuritas (Akses).

Menurut PH Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang, Fanny Rifqy El Fuad, investor pasar modal harus ikut memperhatikan portofolio investasinya menggunakan fasilitas Akses.

"Dari 12.580 investor yang ada di Kota Semarang, hanya sekitar 1.564 investor yang sudah log in menggunakan Akses," jelas dia di sela-sela sosialisasi Fasilitas Akses, Senin (15/5/2017).

Fanny Rifqy El Fuad
Fanny Rifqy El Fuad (TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA)

Langkah itu penting karena bertujuan mencegah broker "nakal" yang memanfaatkan kelengahan dari investornya yang tidak pernah aktif.

"Ada memang beberapa kasus broker yang coba-coba seperti itu. Terutama pada investor yang jarang aktif," terangnya.

Nilai transaksi perdagangan pasar modal di Semarang terbilang besar, mencapai Rp 1,5 triliun per April 2017.

Berarti dalam sehari sekitar Rp 700 miliar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved