PT KSEI Sosialisasikan Fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas

Program Yuk Nabung Saham diklaim berhasil meningkatkan jumlah investor dalam negeri dari 45 persen menjadi 52 persen.

PT KSEI Sosialisasikan Fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Pjs Kepala Unit Pelayanan Pelanggan KSEI, Ruth Yendra, di Seven Cafe, Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Yuk Nabung Saham diklaim berhasil meningkatkan jumlah investor dalam negeri dari 45 persen menjadi 52 persen.

Sayang, kesadaran investor memantau portofolio investasi menggunakan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (Akses) rendah.

"Jawa Tengah menempati urutan keempat dari 34 provinsi di Indonesia terkait jumlah investor. Investor pemilik efek di Jateng mencapai 51.680 orang," terang Pjs Kepala Unit Pelayanan Pelanggan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Ruth Yendra, dalam sosialisasi fasilitas Akses, Senin (15/5).

Menurut Ruth, jumlah tersebut naik 26 persen dibanding April 2016. Saat ini, investor terbanyak berdomisili di Kota Semarang, yang mencapai 12.580 investor.

Untuk memudahkan investor memantau investasinya, PT KSEI menyediakan fasilitas Akses. Namun, tak semua memanfaatkan. "Hanya 10 persen yang memanfaatkan. Padahal, dari aplikasi ini, kita bisa cek dan pantau, bener nggak saham yang dibelikan itu 5 lot misalnya, jangan-jangan cuma 2 lot," kata dia.

‎Menurutnya, setiap investor pasar modal berhak memperoleh single investor identification (SID) yang diberikan KSEI dalam bentuk kartu Akses. Lewat SID, aktivitas investasi sejak saat bertransaksi hingga pencatatan kepemilikan efek ‎dan dana milik investor dapat dilakukan secara transparan.

"‎Fasilitas Akses itu bisa dibuka menggunakan komputer ataupun ponsel juga bisa ke alamat http://akses.ksei.co.id," jelas dia.

‎Sementara, ‎Alternative Channel Executive Philip Sekuritas Indonesia, Ivan Chandra‎ mengatakan, transparansi sudah menjadi kebutuhan investor.

Itu sebabnya, pada 4 Mei 2017, pihaknya meluncurkan Phillip's Online Electronic Mart System (POEMS) yang‎ ‎menawarkan kemudahan bagi investor menggunakan sistem online trading. Sistem ini memungkinkan investor bertransaksi saham dan reksa dana dimana saja dan kapan saja.

"Investor bisa memilih 300-an emiten berbasis syariah yang terintegrasi hanya menggunakan satu platform Poems saja," jelasnya.

‎Menurut ‎PH Kepala Kantor ‎‎Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang, Fanny Rifqy El Fuad‎, penggunaan fasilitas Akses‎ bisa mencegah munculnya broker nakal.‎ Per April 2017, nilai transaksi perdagangan pasar modal di Kota Semarang mencapai Rp 1,5 triliun. "Atau, kalau dibuat per hari, rata-rata Rp 700 miliar," kata dia. (tribunjateng/cetak/raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved