BREAKING NEWS, Tujuh Pemuda Pengeroyok Anggota Kodim Semarang Ditangkap
Sejumlah tersangka pelaku penganiayaan anggota Kodim 0733/Semarang, Pelda Edi Susanto, ditangkap.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejumlah tersangka pelaku penganiayaan anggota Kodim 0733/Semarang, Pelda Edi Susanto, ditangkap.
Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Hartono mengatakan sudah ada tujuh pelaku yang diamankan di Mapolres.
"Lima pelaku sudah kami mintai keterangan dan dua pelaku baru akan kami mintai keterangannya hari ini (Rabu, Red)," ujar Kasatreskrim, Selasa (17/5/2017).
Hartono menambahkan jika pihaknya masih mendalami peran masing-masing pelaku untuk melengkapi bukti acara pemeriksaan.
Baca: ASTAGA, Prajurit TNI yang Sedang Ronda di Kampungnya Dikeroyok Belasan Pemuda
"Sejumlah saksi juga sudah kami mintai keterangan dan kami juga masih melakukan pengejaran pelaku lainnya," sambungnya.
Namun, Kasatreskrim enggan membeberkan identitas para pelaku yang telah ditangkapnya.
Selasa (16/5/2017) kemarin, Kapolsek Ungaran, Kompol Muh Aslam mengatakan pihaknya mengamankan dua pelaku berinisial F dan S.
Dari informasi yang dihimpun, dua pelaku lagi yang baru ditangkap dan akan dimintai keterangan berinisial NDK alias H (22) warga Langensari, Ungaran Barat dan A alias H (31) warga Guyangsari, Ungaran Barat.
Diberitakan sebelumnya, Pelda Edi Susanto bersama sejumlah warga lainnya sedang ronda atau jaga malam di Pos Ronda kampungnya, Minggu (14/5/2017) dini hari.
Di saat bersamaan, melintas empat pemuda yang menaiki dua sepeda motor. Mereka mengendarai sepeda motornya secara ugal-ugalan serta membunyikan kencang suara knalpotnya padahal sudah pukul 01.00 dini hari.
Baca: Inilah Pengakuan Pelda Edi Susanto Korban Pengeroyokan Berandal Kampung di Langensari Semarang
Edi bersama warga kemudian berusaha mengingatkan mereka. Namun para pemuda ini tidak terima diingatkan dan sempat terjadi adu argumen.
Akhirnya para pengendara motor tersebut kemudian meninggalkan lokasi. Akan tetapi, selang beberapa saat, para pengendara motor ini kembali dengan jumlah yang lebih banyak atau sekitar 15 orang.
Lantaran kalah jumlah, para warga kemudian lari. Pelda Edi Susanto yang mencoba mencegah adanya tindak kekerasan malah menjadi korban pengeroyokan. (*)