Ramadan 2017
Jelang Ramadan, Zaeni di Karangmlati Demak Kebanjiran Pesanan Bedug
Menjelang Ramadan pengusaha kerajinan bedug dan rebana di Kabupaten Demak kebanjiran pesanan.
Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Menjelang Ramadan pengusaha kerajinan bedug dan rebana di Kabupaten Demak kebanjiran pesanan.
Hal itu dipaparkan pemilik bengkel kerajinan bedug dan rebana, Zaeni. Menurutnya saat menjelang Ramadan dan ketika bulan suci bergulir beberapa konsumen bahkan langsung datang dan megambil barang ke Bengkelnya di Desa Karangmlati, Demak.
"Makanya selain mengerjakan pesanan kami juga membuat bedug untuk stok jika ada pelanggan yang datang jauh-jauh biar nggak kecewa bisa langsung ambil," jelas Zaeni, Minggu (21/5/2017).
Untuk itu, saat ini sudah ada tujuh bedug yang siap pakai, dan beberapa bedug yang merupakan pesanan. Hal itu ia lakukan karena mayoritas pelanggannya datang dari luar daerah.
"Beberapa datang dari luar pulau Jawa seperti Sumatra, Bali, Kalimantan, pernah sekali juga ada dari Papua," beber pria berusia 55 tahun tersebut.
Pria yang akrab disapa Haji Zaeni itu menjelaskan ada beberapa jenis bedug mulai dari diameter 60 cm hingga 140. Stok yang ada mayoritas berdiameter kecil.
"Kalau besar biasa pesan dahulu, karena kami harus mencari pohon dengan diameter sesuai yang dipesan. Setiap satu bedug kami menggunakan satu selongsong pohon, agar tidak ada sambungan, kalau disambung kualitasnya jelek," imbuhnya.
Jenis kayu yang digunakan mayoritas dari pohon trembesi dan permukaan bedug dari kulit kerbau. Satu set bedug dihargai Rp 12,5 juta hingga Rp 40 juta. Untuk satu set rebana mulai Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menjelang-ramadan-pengrajin-bedug-dan-rebana-di-karangmlati-banjir-pesanan_20170521_132621.jpg)