Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penyakit Gula Tidak Bisa Disembuhkan Tetapi Bisa Dicegah, Inilah Caranya

Penyakit gula memang tidak bisa disembuhkan tetapi dicegah dengan perilaku pola makan dan hidup sehat, edukasi pertemuan rutin

Tayang:
Penulis: dini | Editor: Catur waskito Edy
Dini Suciatiningrum
Peserta Klub Prolanis lakukan senam pagi di Stadiun Kendal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- BPJS Kesehatan mengajak peserta Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tergabung dalam Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Kabupaten Kendal dalam acara Gebyar PROLANIS di Stadiun Kebondalem, Kendal, Kemarin.

Dalam kegiatan yang diikuti puluhan peserta tersebut diisi berbagai kegiatan mulai senam, pemeriksaan penunjang gratis, lomba cerdas cermat, best practice sharing, dan penyuluhan kesehatan oleh dokter Mulyono.

Selama satu jam, dokter Mulyono mengupas tuntas cara menangani penyakit kronis terutama gula. Menurutnya, penyakit gula tidak bisa disembuhkan tapi bisa dicegah.

"Penyakit gula memang tidak bisa disembuhkan tetapi dicegah dengan perilaku pola makan dan hidup sehat, edukasi pertemuan rutin dengan sesama penderita dan dokter, periksa secara rutin tiap bulan, dan minum obat secara teratur, " terangnya.

Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Kabupate Kendal, Peni Suryanti menjelaskan, prolanis merupakan sistem pendekatan proaktif terhadap peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi.

Di Kendal, pihaknya sudah sudah kerja sama dengan 30 puskesmas dan 42 dokter keluarha dan klinik untuk membudayakan pola hidup sehat melalui peningkatan aktivitas fisik melalui prolanis.

Melalui kegiatan prolanis, Peni ingin mempromosikan betapa murahnya dan mudahnya untuk menerapkan pola hidup sehat di masyarakat.

"Cukup dengan melakukan senam setiap pagi, kita sudah meningkatkan kebugaran dan sistem imun kita sehingga tidak mudah sakit, " ucapnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat berperilaku sehat, jumlah peserta JKN-KIS yang sakit bisa menurun, sehingga pembiayaan pelayanan kesehatan dapat dialokasikan ke program promotif preventif untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat.

Selain itu, pihaknya juga mempromosikan Mobile Screening yakni aplikasi BPJS Kesehatan Mobil untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini.

Caranya, lanjut Peni, peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi.Setelah terdaftar peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.

Dan, diminta mengisi sejumlah pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta.

Jika semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.

“Melalui aplikasi tersebut, kami berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya. Semakin dini mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun,” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved