PERJUANGAN Budhe Wasinah Jualan Es Teh di Emperan Toko untuk Kuliahkan Anaknya

PERJUANGAN Budhe Wasinah Jualan Es Teh di Emperan Toko untuk Kuliahkan Anaknya

PERJUANGAN Budhe Wasinah Jualan Es Teh di Emperan Toko untuk Kuliahkan Anaknya
tribunjateng/firna larasanti
Sehari-hari Wasinah berjualan es teh di emperan toko di Pasar Karangayu, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Seribu cara bagi orang untuk bisa mewujudkan cita-citanya. Namun ada juga seribu alasan bagi siapapun yang malas meraih mimpinya.

Adalah Budhe Wasinah (65) bekerja keras dan telaten tiap hari jualan es teh di emperan toko demi anaknya bisa melanjutkan di perguruan tinggi.

Memang Wasinah hanya tamat SD. Maka itu dia tak ingin anak-anaknya mengalami nasib yang sama. Harus sekolah tinggi biar bisa mengubah nasib keturunannya. Itulah semangat yang tertanam pada diri Budhe Wasinah.

Sehari-hari Wasinah berjualan es teh di emperan toko di Pasar Karangayu, Kota Semarang.

"Dulu pada tahun 2002 saya dan almarhum suami jualan topi dan punya lapak di Pasar Karangayu. Kemudian saya tergusur. Beruntung ada pemilik toko busana yang mengizinkan saya jualan es teh di emperan tokonya," kata Wasinah, ditemui Tribun Jateng, Jumat (19/5/2017) di Pasar Karangayu.

Washinah mengumpulkan barang bekas untuk tambahan biaya kuliah anaknya
Washinah mengumpulkan barang bekas untuk tambahan biaya kuliah anaknya (tribunjateng/firna larasanti)

Anak Wasinah bernama FX Eko Widodo. Dia baru saja menyelesaikan kuliah di Diploma Manajemen (A.Md) dari Universitas Semarang (USM) 22 Maret 2017. Itu adalah wisuda yang kedua. Karena sebelumnya Widodo pernah kuliah diploma setahun di Jurusan Desain Grafis Indra Prasta Semarang

Di sela kuliah, Widodo juga bantu ibunya mencari nafkah. Dia bantu mengumpulkan barang bekas dan jualan es teh keliling.

Bahkan putra kedua Wasinah, Gulielmus Dwi Yunianto rela menunda melanjutkan sekolah biar abangnya lulus kuliah dulu. Adik Widodo, memilih menjadi penjual siomay keliling untuk membantu ibu dan membiayai sekolah kakaknya.

Selama kuliah ia mengakui banyak kendala dalam pembiayaan. Bagi Widodo, ibu dan adiknya adalah motivasi dan inspirasi baginya.

Sembari melamar pekerjaan di beberapa perusahaan, Widodo mengaku masih disibukkan kepanitiaan di kampus USM.

"Saya masih memiliki tanggungjawab di UKM Taekwondo dan beberapa kegiatan sosial di kampus,” kata Widodo. (tribunjateng/firna larasanti)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved