Bambang Sadono Ingin Perguruan Tinggi Lahirkan Orang-Orang Pro-NKRI

"Kalau sebuah Universitas telah menyatakan pro-Pancasila, saya rasa akan semakin ayem," jelasnya

Bambang Sadono Ingin Perguruan Tinggi Lahirkan Orang-Orang Pro-NKRI
Tribun Jateng/akbar hari murti
Suasana Fokus Group Discussion (FGD) bertema "Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara Dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945" yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere, Semarang, Rabu (24/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bambang Sadono, Ketua Badan Pengkajian MPR RI menuturkan, Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia harus menjadi institusi yang mampu melahirkan orang-orang yang pro NKRI.

Hal tersebut dijelaskannya saat membuka Fokus Group Discussion (FGD) bertema "Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Negara, Ideologi Bangsa dan Negara Dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945".

FGD tersebut merupakan kerjasama antara Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) dan MPR RI yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere, Semarang, Rabu (24/5).

"Kalau sebuah Universitas telah menyatakan pro-Pancasila, saya rasa akan semakin ayem," jelasnya.

Ia menjelaskan, Pancasila di Indonesia sudah final, dan harus dipahami semua golongan yang hidup di negeri ini.

"Presiden pun mengatakan apabila ada ormas yang bertentangan dengan hal tersebut untu digebuk saja," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan Pancasila sebagai jimat yang diagungkan orang-orang Jawa.

"Jimat itu adalah sesuatu yang sakti. Saya kira, Pancasila juga seperti itu," ujarnya.

Ia pun berharap, diskusi yang dilangsungkan bisa membahas pancasila secara jauh ke depan.

"Dan berharap supaya yang ikut serta di forum dapat membayangkan melihat indonesia menjadi lebih baik di masa depan," tegasnya.

Dekan FH Undip, Benny Riyanto menuturkan, dirinya salut karena selama ini MPR intens membuat kegiatan yang sifatnya menumbuhkan rasa cinta terhadap negeri.

"Moment ini tepat di saat bangsa Indonesia dihadapkan konflik terutama terkait pilkada yang merembet ke urusan agama, diskusi-diskusi ini bisa berlangsung," ujar Benny.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, orang-orang Indonesia tak lagi meragukan bahwa Pancasila sebagai senjata ampuh menyelesaikan persoalan bangsa.

"Dimana dalam menyelesaikan bisa dengan pendekatan humanis dan arif bijaksana," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved