Tribun Campus

Seminar Internasional di Unnes Diintegerasikan di 7 Universitas Secara Live

Direktur Pascasarjana Unnes, Achmad Slamet (56) menuturkan sudah tiga kali pascasarjana Unnes mengadakan seminar Internasional.

Dhian Adi Putranto
Supharuk Aticomsuwan (tengah) sedang menjelaskan materinya di International Seminar on Educational Technology di gedung Auditorium Unnes, Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, GUNUNG PATI -- Direktur Pascasarjana Unnes, Achmad Slamet (56) menuturkan sudah tiga kali pascasarjana Unnes mengadakan seminar Internasional.

"Ini yang ketiga kalinya seminar internasional diadakan", ujarnya saat ditemui pada seminar, Rabu (24/5), Semarang.

Seminar yang bernama The 3rd International Seminar on Educational Technology (ISET), diadakan di Gedung Auditorium Unnes di kampus Sekaran.

Seminar ini disiarkan secara langsung dan diintegrasikan kepada 7 universitas. Di antaranya Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Gorontalo, dan Univesitas Negeri Makasar.

Achmad menuturkan perkembangan dunia pendidikan tidak lepas dari peran teknologi. Teknologi mempunyai peran yang besar dalam semua segi kehidupan.

"Saat ini kemajuan teknologi dan percepatan inovasi teknologi memberikan manfaat besar pada kehidupan dan penghidupan. Hidup menjadi lebih mudah dan lebih praktis, baik dari segi industri, ekonomi, bahkan pendidikan", ujarnya.

Seminar yang bertemakan 'Pendidikan Global Melalui Jaringan Pembelajaran' menghadirkan lima pembicara yang didatangkan dari berbagai negara untuk saling bertukar dan berbagi pengetahuan.

Di antaranya Jonan Donaldson (Amerika Serikat), Che-Hua Yang (Taiwan), Supharuk Aticomsuwan (Thailand), Abdul Halim bin Husain (Malaysia), dan Nor Fadhilah Moch. Amin (Malaysia).

Namun, hanya Donaldson yang tidak berada di lokasi seminar. Ia mengisi materi dan menjawab semua pertanyaan secara siaran lansung dari Amerika Serikat.

Achmad berharap seminar ini dapat memberikan percepatan inovasi tekonologi yang berpotensi mempercepat kemajuan industri dan ekonomi, menyelesaikan krisis multidimensional, dan merevolusi pendidikan di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved