Status di FB Anggota Geng Motor Yang Bangga Potong Kuping Ini Bikin Geram Warga
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa celurit, golok, besi pipa, bambu, petasan, dan batu.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Polisi telah menangkap 10 orang anggota geng motor "Jatiwaringin All Star" yang diduga terlibat aksi pengeroyokan di Jatiwaringin, Kampung Makasar, Jakarta Timur . Akibat pengeroyokan itu, satu orang tewas mengenaskan.
"Kami masih mengejar tiga pelaku lainnya," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo kepada Kompas.com, Rabu (24/5/2017).
Andry menjelaskan, pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Jatiwaringin, Makasar, Jakarta Timur, pada Minggu (21/5/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.
Selain menewaskan satu orang, tawuran tersebut menyebabkan satu orang lainnya terluka.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa celurit, golok, besi pipa, bambu, petasan, dan batu.
"Salah satu korbannya ada yang sampai kupingnya putus," kata Andry.
Sebelumnya, pemilik akun facebook bernama Yudha Schito Cloth menuliskan status pribadinya.
Status yang dibuat Yudha bertuliskan: "Hahaha enak nggak mas dipotong kupingnya. Uhh badan lau bagus banget mas pada bolong-bolong begitu. Dibacokin ya hahaha untung gua masih punya hati menn mata lu nggak gua putusin sekalian cuma kuping doang. Emmm tapi lumayan dah berguna juga buat gantungan konci gua hahaha. Tetep semangat dill, keep strong, selo dendam lau sudah terbalaskan dill, ntih kuping udah gua kasih mamang dill kali berguna buat lau."
Rata-rata Usia 15 - 20 Tahun
Beberapa waktu lalu sekelompok geng motor kembali meresahkan warga, mereka berulah dan sengaja mencari orang yang seumuran untuk mencari keributan. Bahkan geng motor tersebut membawa sajam untuk melukai korban.
Geng motor mulai meresahkan meresahkan warga ini, berulah pada Hari Minggu (21/5/2017) dinihari kemarin, mereka tawuran di kawasan Jatiwaringin, Makasar, Jakarta Timur.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu membuat warga bernama Fajar Muhammad (24) tewas terkena sajam.
Atas kejadian tersebut polisi terus melakukan pengusutan. Dari hasil pengusutan tersebut Polres Jakarta Timur Berhasil menangkap tujuh orang yang diangap sebagai pelaku geng motor yang meresahkan warga ini.
"Tapi sudah ada 7 orang yang kami tangkap. Mereka adalah para pelaku yang membantai Fajar Muhamad. Informasi kami, Fajar ini ternyata adalah warga Jati Cempaka dan bukan dari kelompok geng motor," kata Kapolres Jakarta Timur, Komisaria Beaar Andry Wibowo, Selasa (23/5/2017).
Andry menjelaskan, ketujuh pelaku masing-masing bernama Muhamad Yusfa, Phahri Kesit, Mitra Cakra Kencana, Supriyanto, Alfi Hidayat dan Adnan Farizi. Semuanya rata-rata berusia 15 sampai 20 tahun.
"Mereka beringas dan sadis jika bentrok dengan orang-orang yang dianggap musuh. Senjatanya saja lengkap. Misalnya ada pedang, pisau, mandau, cerulit, bambu runcing serta batu-batu di pinggir jalan," katanya.
Andry menjelaskan saat kejadian korban sedang asyik nongkrong di sebuah gang bersama teman-temanya. Namun beberapa saat kemudian, datang puluhan orang dengan cara konvoi.
Melihat korban berpenampilan seperti anak motor para tersangka ini pun menyerang beberapa orang.
"Fajar tewas sampai penuh luka di sekujur tubuh. Sejauh ini kami juga masih dalami apakah korban juga masuk dalam kelompok geng motor atau tidak. Sebab keteranganya yang ada masih berlanjut," katanya.
Untuk menindak lanjutin kasus ini, Andry mengaku, dalam waktu dekat polisi akan melakukan penyisiran di semua wilayah rawan kelompok motor. Termasuk membentuk satuan kerja khusus yang fokus menangani kelompok motor sadis tersebut.
"Sedang kita siapkan. Satuanya berisi Intel, Reskrim, Narkoba dan Binmas. Kami akan bekerja untuk mendalami masalah yang berkembang ini. Mereka sudah berbuat onar dan mengancam kenyamanan masyatakat," katanya.
Salah satu pelaku, Pahri Kesit mengaku terdorong seniornya yang memompa motivasi untuk berbuat onar. Dari merekalah, keberanian membacok dan membunuh didapatkan.
"Kalau gak ikut dikira orang culun. Padahal abang-abangan udah baik juga. Jadi mau gak mau ikut. Tapi saya menyesal karena ulah saya berahir jadi gini," katanya.
Pahri mengaku, untuk membunuh Fajar, dirinya menggunakan bambu warna hijau yang sudah mancung dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.
Sedangkan Yusfa sebagai eksekutor yang membawa golok tajam. Disaat bersamaan, Cakra menghantam dengan kayu warna cokelat.
"Ya sudah kami hajar dia sampai habis. Di situ saya udah gak ada takut lagi. Pokoknya puas. Tapi sekarang menyesal," tandasnya.
Pertempuran geng motor mencuat pada Sabtu lalu. Ketika itu, kelompok motor dari tambun konvoi iring-iringan sampai ke Pondok Gede dan Jatiwaringin, Jakarta Timur. Warga yang kesal membantai mereka dengan segala cara. Termasuk mengepung dari dua kampung. (Joko Supriyanto/Akhdi Martin Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/geng-motor_20161202_021351.jpg)