ASTAGA, Beras-beras Ini Diputihkan Pakai Deterjen, Mereknya Beredar Sejak 2013

Ada ibu-ibu yang mendapati berasnya mengeluarkan busa ketika dicuci sebelum ditanak.

SURYA/SUGIYONO
Polisi memperlihatkan barang bukti hasil penggerebekan gudang penggilingan padi di Mapolres Gresik, Minggu (28/5/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, GRESIK - Sebuah gudang sekaligus tempat penggilingan padi di Dusun Terongbangi, Desa Padangan, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, digerebek polisi.

Penggerebekan dilakukan karena usaha itu diduga menggunakan deterjen untuk mengolah beras agar terlihat lebih putih.

Terbongkarnya kecurangan usaha ini berawal dari pengaduan warga.

Ada ibu-ibu yang mendapati berasnya mengeluarkan busa ketika dicuci sebelum ditanak.

Dari laporan itu, polisi kemudian menelusuri sumber beras tersebut.

Penelusuran lantas mengarah ke sebuah gudang penggilingan padi di Kandangan yang dikelola Sudarsono (44), warga Dungus, Kecamatan Cerme.

Di gudang tersebut, polisi melakukan penggeledahan.

Beberapa barang bukti ditemukan yaitu 57 karung beras bermerek Cenderawasih dan Ikan Paus, mesin penggilingan padi, deterjen untuk pemutih beras, dan jeriken.

Ada pula sejumlah barang lain.

Polisi kemudian mendatangi pasar-pasar yang menjadi lokasi pendistribusian beras tersebut.

Aparat menarik keberadaan beras yang berbahaya tersebut.

"Kami sudah tarik semuanya beras-beras itu agar tidak dikonsumsi masyarakat," kata Wakapolres Gresik Kompol Wahyu Pristha Utama, Minggu (28/5/2017).

Berdasarkan keterangan empat saksi termasuk pemilik usaha, terungkap bahwa usaha penggilingan beras itu sudah beroperasi sejak 2013.

"Hasil produksi itu kemudian dikemas oleh pemilik usaha. Selanjutnya dipasarkan di daerah pasar tradisional wilayah Gresik," kata Wahyu.

Sri Hermiyati dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mengatakan bahwa beras yang telah diputihkan menggunakan deterjen itu berbahaya bagi kesehatan.

"Itu (deterjen) kan untuk pencuci peralatan dapur, jelas bisa menimbulkan penyakit pada orang yang mengkonsumsi beras itu," kata Sri Hermiyati yang ikut dalam penggerebekan ini.

Warga sekitar yang tinggal di dekat gudang itu mengaku tak tahu menahu.

Menurut mereka, penggilingan padi itu juga melayani masyarakat tapi tak terlihat ada pencampuran deterjen.

"Tidak tahu, itu usaha saudara saya. Tidak tahu kalau pakai campuran deterjen," kata seorang pemilik warung dekat gudang beras. (surya/sugiyono)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved