Buruh Pabrik Ini Masukkan Pil Aborsi ke Kemaluan, Selanjutnya Bikin Petaka

R ini stres, karena dua tablet itu ternyata bikin dia enggak puas. Akhirnya, si R ini punya rencana memasukkan tiga tablet itu dengan cara berhubungan

Buruh Pabrik Ini Masukkan Pil Aborsi ke Kemaluan, Selanjutnya Bikin Petaka
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Seorang buruh pabrik di Kawasan Cilincing, Jakarta Utara, R (23), kedapatan mengborsi bayi berusia lima bulan hasil hubungan gelapnya di sebuah kos yang dihuninya, Jalan Tipar Cakung, Gang Swadaya RT 05/02, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Seorang buruh pabrik di Kawasan Cilincing, Jakarta Utara, R (23), kedapatan mengborsi bayi berusia lima bulan hasil hubungan gelapnya di sebuah kos  yang dihuninya, Jalan Tipar Cakung, Gang Swadaya RT 05/02, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (18/5), sekisar 07.30 WIB.

Diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Cilincing, yakni AKP Andre Soeharto, R melakukan aborsi dengan cara menenggak dua tablet obat aborsi jenis Cytotec bermerk Gastruk serta memasukkan tiga tablet lainnya di kemaluannya sendiri.

"Bayi lima bulan itu rencana digugurin si R. Lihat darI website dapat lah obat namanya Gastrul. Si R ini pun akhirnya menghubungi RN (39), selaku sales obat Gastrul di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat. Sudah dibelinya dan dikonsumsinya. Ditenggaknya sebanyak dua tablet dan tiga tablet lain itu, dimasukkan ke dalam kemaluannya sendiri," kata Andre, pada Selasa (30/5/2017).

Dijelaskannya, R memasukkan tiga tablet obat aborsi tersebut ke kemaluannya, dengan dilakukan oleh orang lain.

"Jadi begini, si R ini stres, karena dua tablet itu ternyata bikin dia enggak puas. Akhirnya, si R ini punya rencana memasukkan tiga tablet itu dengan cara berhubungan badan. R punya teman kencan baru berinisial KS (23). R ini mengenal KS dari media sosial (Medsos) 'Badoo' dan akhirnya berjanjian lalu berkencan di kosannya R," ungkapnya.

Andre menerangkan, saat itu KS merasa aneh dengan kondisi perut R.

"KS ini sama sekali enggak tahu bahwa tablet sebanyak tiga buah sudah ada di kemaluan R. Namun, KS merasa aneh terkait kondisi perut R. Berhubung KS sudah berjanji akan berikan Rp 700 ribu untuk berhubungan badan dengan R, akhirnya hubungan intim itu tetap dilakukan oleh KS dan R," jelasnya.

Ketahuan Sekuriti Kompleks

Usai berhubungan intim, sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis (18/5/2017), R mulai merasakan sakit di perutnya. Akhirnya janinnya pun keluar dengan sendirinya.

"R kembali menghubungi KS dan memintanya agar datang ke kos. Sesampainya KS di kos, R dalam kondisi lemas menceritakan kejadian yang dialaminya bahwa sudah mengaborsi sosok bayi berusia lima bulan dari perutnya. R ketika itu meminta, agar KS ini menemani mengubur bayi itu bersama-sama. Awalnya, KS menolak. Namun karena kasihan melihat si R lemas, akhirnya KS menemani R mengubur bayi itu di Jalan Hybrida Raya Gading Orchard Sukapura," paparnya.

Aksi menguburkan bayi abrosi tersebut, sudah diketahui MSA (40), sekuriti di kompleks itu. KS ternyata telah memberikan kode kepada MSA, saat menguburkan bayi tersebut.

"MSA ini curiga, dan tak sengaja telah melihat KS dan R mengubur sesuatu di Jalan Hybrida. Usai selesai mengubur bayi itu, KS dengan sengaja berdiri di pos sekuriti komplek. Karena R saat itu masih lemas. Pada akhirnya, MSA menanyakan terkait benda yang barusan dikubur. Sehingga, R mengakui perbuatannya, lalu KS dan MSA menemani R untuk laporkan kejadian itu ke kantor polisi," ujar Andre.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membenarkan jika terdapat sebungkus plastik yang di dalamnya ada kain pembungkus mayat bayi tersebut.

Akhirnya, R ketika itu langsung mengakui perbuatannya dan juga menyesali perbuatannya tersebut.

"R pun dijerat Pasal 77A ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 194 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan anak. Maka, R telah terancam hukuman penjara selama 10 tahun," tutur Andre. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved