Cegah Penyebaran HIV/Aids, Pemkab Semarang Operasikan Belasan VCT

Program kami (Dinkes) bersifat teknis, sedangkan KPA lebih ke arah pendampingan dan pemberdayaan terhadap ODHA (orang dengan HIV AIDS)

GOOGLE
Ilustrasi HIV/AIDS 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang berupaya untuk mencegah penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang mengakibatkan acquired immune deficiency syndrome atau Aids (rusaknya sistem kekebalan tubuh akibat HIV).

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, dr Dady Dharmadi mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Semarang dalam mengantisipasi penyebaran HID/Aids.

"Program kami (Dinkes) bersifat teknis, sedangkan KPA lebih ke arah pendampingan dan pemberdayaan terhadap ODHA (orang dengan HIV AIDS)," katanya, Selasa (30/5/2017).

Dadi mengatakan, Dinkes telah menyiapkan klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) sebagai sarana deteksi dini penyakit HIV/Aids.

Saat ini, dipaparkanya, Kabupaten Semarang memiliki 15 klinik VCT, yakni di 11 Puskesmas, 3 rumah sakit serta satu Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Ambarawa.

"Selain klinik VCT, kami juga ada program care support and treatment (CST) melalui layanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP). Layanan PDP yang sudah ada di RSUD Ungaran, RSUD Ambarawa, RS Ken Saras, Puskesmas Bergas dan Puskesmas Tengaran" sambungnya.

Kata Dady, saat ini Puskesmas Bawen dan Puskesmas Duren Bandungan masih dalam proses aktivasi sebagai klinik layanan PDP dari pusat.

Semakin banyaknya klinik PDP diharapkan jumlah pasien HIV/Aids yang terjaring melalui tes VCT tidak perlu dipindah ke klinik lain.

"Pasien atau penderita HIV/Aids bisa langsung diobati di klinik PDP karena dapat mengajukan permohonan obat tanpa lewat Dinkes. Tujuan pengobatan orang dengan HIV/Aids agar tidak menularkan, bukan menyembuhkan," ungkapnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, dr Ani Rahardjo menyatakan, pemeriksaan ke klinik VCT sifatnya sukarela.

Hal tersebut membuat pemerintah tidak bisa memaksa seseorang untuk periksa kesehatan ke klinik VCT.

"Kami hanya mengarahkan dan memberi motivasi mengenai pentingnya tes VCT. Melalui pemeriksaan di klinik VCT, kemungkinan terkena HIV/Aids bisa dideteksi sejak dini," paparnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved