Meski Harga Bahan Makanan Ini Naik, Namun Tidak Dikeluhkan Pembeli
Menurutnya, harga sudah naik dari Petani. Ia mengambil Blewah dari sentra produksi di daerah Pati dan Purwodadi.
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK -- Meski harga naik 100 persen, penggemar Blewah tidak mengeluhkan kenaikan tersebut. Terlebih lagi saat Bulan Ramadan, dimana permintaan terhadap buah yang sering diolah menjadi minuman penyegar saat berbuka ini meningkat.
Mutakim, (27) penjual Blewah di Pasar Ganefo, Mranggen menjelaskan saat ini harga per kilo mencapai Rp 8 ribu. Jumlah itu naik 100 persen karena sebelum Ramadan dengan jumlah yang sama sudah bisa dibawa pulang dengan Rp 4 ribu.
"Soalnya musim panen blewah itu hanya sekali dalam setahun, sedangkan permintaan masyarakat sangat tinggi saat bulan puasa kaya gini," jelas pria asal Guntur, Demak tersebut, Senin (30/5/2017) lalu.
Menurutnya, harga sudah naik dari Petani. Ia mengambil Blewah dari sentra produksi di daerah Pati dan Purwodadi.
Meski naik, namun pembeli tetap banyak dan tidak mengeluhkan. Azk Nurullana, salah satu pembeli menyatakan tidak keberatan dengan kenaikan harga tersebut.
"Ya nggak papa buat hidangan saat buka puasa menyegarkan, soalnya sepuluh ribu juga sudah dapat lebih dari sekilo, kalau cuma untuk rumah tangga bisa seminggu," beber ibu dua anak tersebut.
Meski demikian kalau bisa lebih murah ia juga akan lebih senang. "Yang penting beras, minyak goreng, jangan naik dulu, karena kalau itu kan pokok," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/penjual-blewah_20170530_150255.jpg)