Bea Cukai Jawab Keluhan Importir yang Mengeluhkan Antrean Barang

Bea dan Cukai akhirnya memberikan keterangan resmi terkait keluhan seorang importir asal Semarang, terkait tertahannya sejumlah produk impor hingga le

Bea Cukai Jawab Keluhan Importir yang Mengeluhkan Antrean Barang
TRIBUNNEWS.COM
Bea dan Cukai akhirnya memberikan keterangan resmi terkait keluhan seorang importir asal Semarang, terkait tertahannya sejumlah produk impor hingga lebih dari dua minggu di customs clearence (Bea Cukai). 

TRIBUNJATENG.COM - Bea dan Cukai akhirnya memberikan keterangan resmi terkait keluhan seorang importir asal Semarang, terkait tertahannya sejumlah produk impor hingga lebih dari dua minggu di customs clearence (Bea Cukai).

Seperti diketahui, tersendatnya sejumlah barang itu diduga terkait regulasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

Menjawab hal tersebut, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun, mengatakan peraturan terkait impor barang kiriman terbaru telah diterbitkan oleh Bea Cukai, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 182/PMK.04/2016 tersebut, pemerintah berupaya untuk menyederhanakan dan mempercepat prosedur barang kiriman dengan sistem aplikasi pelayanan dan pertukaran data elektronik.

Baca: Tertahan di Bea Cukai, Importir Jateng Keluhkan Barangnya Tersendat 2 Minggu. Produksi pun Terhenti

"Kendati demikian masih ditemukan tantangan dalam penerapannya di lapangan," katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu (31/5/2017).

Robert mengatakan, sejak dikeluarkannya peraturan ini, sebanyak 70 persen impor barang kiriman dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 1 hari.

“Memang terdapat sekitar 0,02 persen proses penyelesaian sampai dengan di atas 20 hari, namun hal tersebut diakibatkan oleh ketentuan larangan dan pembatasan yang belum dipenuhi. Secara rata-rata penyelesaian barang kiriman adalah selama 17 jam,” ungkapnya.

Robert menambahkan, pertumbuhan e-commerce juga turut andil mempengaruhi waktu layanan Bea Cukai. Saat ini, potensi barang kiriman mencapai 40.000 paket per hari dari yang sebelumnya hanya 5.000 paket per hari. Ini tentunya meningkatkan waktu layanan,” ungkapnya.

Baca: 1.000 Barang Tertahan Bea Cukai, Asperindo Jateng: Ganggu Ekonomi Nasional

Namun hal itu diantisipasi Bea Cukai dengan menerapkan sistem manajemen risiko untuk mempercepat layanan barang kiriman.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved