Ramadan, Tetap Saja Banyak Pasangan Berbuat Mesum di Hotel

Sebanyak lima pasangan mesum dan dua PSK terjaring razia, Selasa (30/5/2017) malam.

Ramadan, Tetap Saja Banyak Pasangan Berbuat Mesum di Hotel
SURYA/FATKHUL ALAMY
Petugas mengumpulkan pasangan bukan suami istri yang diduga berbuat mesum di Hotel Hasma Jaya di Jalan Pasar Kembang, Surabaya, Selasa (30/5/2017) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Sebanyak lima pasangan mesum dan dua PSK terjaring razia, Selasa (30/5/2017) malam.

Razia dilakukan tim gabungan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Satpol PP Pemkot Surabaya untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan.

Mereka digerebek saat berada di Hotel Hasma Jaya di Jalan Pasar Kembang Surabaya.

Lima pasang pria dan wanita yang bukan suami istri sedang selingkuh di kamar hotel, yakni SA (32) asal Bali dan TA (37) asal Jalan Ploso Surabaya. AW (21) asal Tuban dan AS (20) Jalan Kalimas Surabaya.

Lalu TS (54) asal Embong Malang Surabaya dan YR (45) asal Dukuh Kupang Surabaya, RD (35) asal Jalan Tambak Pring Surabaya dan MF (35) asal Simorejo Surabaya, HD (52) asal Tropodo Sidoarjo dan AL (21) asal Jalan Simorejo Sari Surabaya.

Sedangkan dua PSK yang diamankan, yakni KT (27) warga Kapas Madya Barat Surabaya, RT (26) asal Jombang.

Petugas juga mengamankan seorang pria yang diduga melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yakni AW asal Jalan Gersikan Surabaya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni yang memimpin razia menuturkan, razia ini merupakan bagian dari Surabaya Tertib Ramadan 2017.

Kegiatan ini terus digeber di lokasi-lokasi yang ditengarai jadi tempat prostitusi atau mesum.

"Pelaku trafficking (perdagangan orang) akan kami sidik di Unit PPA, sedang lima pasangan mesum ditangani Satpol PP,” kata Ruth Yeni.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Surabaya, Ndari menambahkan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap mereka pasangan bukan suami istri yang terkena razia pada malam Ramadan.

Razia ini juga menyangkut soal Perda 23 tahun 2012 dalam Pasal 26 huruf C Tentang Kepariwisataan.

“Mereka pengusaha (pengelola hotel) ini telah melakukan pelanggaran. Tempat ini memang ada izin dari Dinas Pariwisata, namun mereka tidak melakukan sesuai dengan keperuntukkannya," cetus Ndari.

Karena melanggar, petugas terpaksa melakukan penghentian kegiatan mereka dan pengusaha itu akan dipangil ke kantor Satpol PP. (Surya/Fatkhul Alamy)

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved