Tribun Campus

Mahasiswa Undip Mengubah Terong Jadi Susu

Ali Iksan Adi Saputro Cs, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) merintis usaha Rumah Olahan Terong.

Istimewa
Mahasiswa Undip Mengubah Terong Ungu Jadi Yoghurt dan Susu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Ali Iksan Adi Saputro Cs, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) merintis usaha Rumah Olahan Terong. Mereka membuat inovasi produk olahan berbahan dasar terong yakni crispi, yoghurt, dan susu.

Ali dan rekan-rekannya sukses membranding Rumah Olahan Terong dengan sebutan ROT. "ROT berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Menristekdikti tahun 2017 dan saat ini sedang dalam tahap realisasi usaha untuk mempersiapkan Monev yang akan diselenggarakan pada Bulan Juli mendatang," ujar Ali, Jumat (2/6).

Selain Ali, pioner ROT diisi oleh Mustika Suci Susilastuti, Fadia Primadesty Putri, Niken Kusumaningrum dan Sri Wahyuti Nuri Mawarni yang berasal dari Program Studi S1-Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Undip.

Ali mengatakan ROT mengolah terong menjadi berbagai macam produk yakni crispi, yoghurt dan susu.

"Kami memanfaatkan seluruh bagian dari terong dari mulai kulit hingga daging terong sehingga seluruh bagian terong dapat termanfaatkan. Daging terong dipakai sebagai bahan crispi, sedangkan kulit terong untuk bahan yoghurt dan susu. Kulit terong diyakini mengandung anti oksidan antosianin yang berfungsi dalam pengurangan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler," ujarnya.

Saat ini pemasaran ROT masih dalam lingkup kampus Undip dan melalui online. Ketiga produk ROT, kata Ali, mulai dikenal dan diterima baik di pasaran. Terlihat dari permintaan pasar yang semakin meningkat setiap harinya, hal tersebut dipengaruhi oleh harga jual yang sesuai dengan kantong mahasiswa sehingga produk-produk ROT banyak digemari.

Mahasiswa Undip
Mahasiswa Undip (Istimewa)

"Harga produk ROT pas dengan kantong mahasiswa yakni crispy Rp 7.000 per bungkus, susu Rp 5.000 untuk susu, sedangkan dan yoghurt Rp 4000. Kami juga menyediakan paket hemat semua produk seharga 15.000/paket. Biasanya pembeli banyak yang berminat ke paket. Produk ROT sendiri dapat diantar ke tempat pembeli asalkan di area Tembalang, Semarang," kata Ali.

Ali mengatakan per hari dibutuhkan tiga kilogram terong yang dibeli dari Pasar Sejati, Banyumanik. Sejak dipasarkan April lalu, Ali Cs sudah memproduksi 700 kemasan tiga produk olahan terong tersebut.

"Kami pakai terong ungu segar. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan nilai jual terong sehingga tidak hanya sekedar dimanfaatkan untuk sayur dan lalapan saja. Ke depannya kami akan terus membuat inovasi-inovasi produk lainnya untuk mengembangkan produk olahan sehingga dapat terus diminati oleh berbagai kalangan masyarakat," ujarnya.

Saat ini Ali Cs sedang mengurus Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT) untuk menjamin keamanan produknya.

"Ketiga produk kami memiliki waktu kedaluwarsa yang cukup lama apabila disimpan di tempat yang baik dan tertutup rapat. Untuk susu dan yoghurt sebaiknya disimpan di tempat dingin," ujarnya.

Mahasiswa Undip yang juga Presiden BEM Undip, Jadug menyambut baik adanya terobosan olahan produk terong ROT.

"Penyebab utama kematian adalah jantung yang berhenti berdetak, oleh karenanya kita harus menjaga kesehatan jantung dengan mengkonsumsi berbagai macam makanan yang sehat bagi jantung kita. Salah satunya yaitu produk olahan dari terong, jangan lupa dicoba Rumah Olahan Terong, produk asli dari Undip. Cintailah produk-produk dari Undip," ujarnya. (Galih permadi)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved