Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Diguyur Hujan Deras, Satu Rumah di Karanganyar Candisari Kota Semarang Ambruk

Awalnya tanah hanya retak-retak namun lama kelamaan membuat pondasi rumah retak hingga ke bagian atas akhirnya rumah rata dengan tanah

Penulis: Firna Larasanti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Firna Larasanti
Rumah Sukari dan Surip yang rata dengan tanah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Firna Larasanti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah diguyur hujan deras pada Jumat (2/6/2017), satu buah rumah milik Sukari (70) Warga Karanganyar Candisari Kota Semarang ambruk, rata dengan tanah pada Jumat Malam pukul 19.30 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, (Minggu 4/6/2017), kejadian ambruknya rumah milik Sukari berawal dari hujan yang beberapa hari mengguyur Desa Karanganyar Candisari Kota Semarang.

Awalnya tanah hanya retak-retak namun lama kelamaan membuat pondasi rumah retak hingga ke bagian atas akhirnya rumah rata dengan tanah.

Menurut Surip (70) istri Sukari, sebelum rumahnya ambruk sekitar pukul 19.30 WIB desanya diguyur hujan dari sore hari.

"Malam itu saya sedang membantu suami saya ke kamar mandi, karena suami sedang dalam keadaan sakit. Tiba-tiba saya mendengar suara gemuruh dari retakan pondasi dinding rumah, seketika itu juga rumah rata dengan tanah," Kata Surip.

Ia menambahkan kondisi rumah sudah memprihatinkan. Kayu rumah sudah keropos. Ia mengaku, belum dapat memperbaiki karena ketidakadaan biaya.

"Kondisi kayu atap rumah sudah keropos. Mungkin jika saya segera memperbaiki tidak akan sampai roboh seperti ini," Kata Surip.

Pukul 19.45 WIB warga sekitar langsung membantu mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Sementara itu, Lukman selaku Ketua RT 02 RW 04 Karanganyar Candisari Kota Semarang membenarkan kejadian ambruknya rumah Sukari warganya.

"Kejadianya itu ketika warga sedang melakukan Ibadah Sholat Terawih. Selesai sholat kita semua pada kaget rumah Bapak Sukari sudah rata dengan tanah," Kata Lukman.

Ia menambahkan sampai saat ini warga sekitar sudah menggalang dana untuk membantu perbaikan rumah Sukari. Sukari termasuk warga kategori miskin dan lansia di Karanganyar.

"Dari warga memang sudah ada penggalangan dana tetapi hanya mampu membuatkan rumah seadanya. Kami berharap pemerintah turut memperhatikan warga kami yang membutuhkan bantuan seperti ini. Di Desa Karanganyar ini memang sering terjadi longsor apabila musim hujan," Kata Lukman.

Sukari sudah tidak dapat bekerja karena sakit, sedangkan surip hanya mampu bekerja serabutan saja. Keduanya hanya tinggal berdua karena tidak memilki anak.

"Saya sudah menempati rumah ini sejak kecil. Semoga pemerintah dapat segera membantu, karena kondisi kami yang membutuhkan bantuan," Kata Surip.

Namun, Ia dan suami bersyukur masih diberikan keselamatan dari kejadian rumahnya yang ambruk. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved