Keunikan Di Dunia

UNIK, Setandan Berisi Ribuan Buah Pisang, Tempat Dekat Makam Ki Ageng Selo

UNIK, Setandan Berisi Ribuan Buah Pisang, Tempat Dekat Makam Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan Jateng

UNIK, Setandan Berisi Ribuan Buah Pisang, Tempat Dekat Makam Ki Ageng Selo
kompas.com
Pohon pisang milik Ibnu Hisyam (65) warga Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Warga dihebohkan dengan keunikan pohon pisang milik Ibnu Hisyam (65) warga Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, . Pohon pisang yang tumbuh di halaman depan rumah Hisyam ini lain daripada yang lain.

Meski perkembangan pohon normal, namun buah yang dihasilkan mencapai ribuan buah pisang tak selazimnya dengan apa yang dihasilkan pohon pisang pada umumnya.

Tandan pisang terus tumbuh menjuntai ke bawah hingga ujung bunga (Jantung) menyentuh permukaan tanah. Panjangnya tandan pisang hampir dua meter atau 190 meter.

Keanehan pohon pisang ini sontak memancing rasa penasaran warga. Mereka berduyun-duyun berdatangan ingin menyaksikan dan membuktikan sendiri.

UNIK, Setandan Berisi Ribuan Buah Pisang, Tempat Dekat Makam Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan Jateng
UNIK, Setandan Berisi Ribuan Buah Pisang, Tempat Dekat Makam Ki Ageng Selo di Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan Jateng (kompas.com)

Terlebih lagi, lokasi pohon pisang ini tak jauh dari tanah Makam Ki Ageng Selo. Ki Ageng Selo atau Syech Abdurrahman adalah seorang tokoh penyebar agama Islam di Jawa yang masih keturunan Raja Majapahit.

Menurut Mitologi warga, karena kesaktiannya itu, ia bahkan dapat menaklukan petir.
Para peziarah pun praktis menyempatkan diri berkunjung ke rumah petani itu. Entah sekadar untuk menonton, memegang atau bahkan berswafoto dengan pohon pisang berbuah ribuan itu

"Saya penasaran dan ingin memastikan. Ternyata benar. Memang sangat unik. Baru kali ini saya melihat pohon pisang seperti ini," kata Sukamto, warga Perumahan Ayodya Purwodadi kepada Kompas.com, Sabtu (3/6/2017).

Dijelaskan Hisyam, pohon pisangnya yang kini menjadi jujukan warga itu ditanamnya secara vegetatif. Tunas muda sebelumnya ia peroleh dari tetangga di kampung halamannya.

"Saya minta tunas dari teman, karena ingin tandur pisang. Ehh tak tahunya malah seperti ini," tutur kakek tiga belas cucu ini.

Pohon pisang Hisyam, katanya merupakan varietas pisang hijau. Hisyam pun tak menyangka bakal muncul keunikan di luar perkiraannya.

Semula pohon pisang yang telah berumur enam bulan ini tumbuh sempurna. Hanya saja, beberapa hari ini tandan pisang berangsur memanjang sejurus kemudian buahnya berbuah lebat.

"Awalnya biasa saja tak ada kejanggalan. Tapi dalam kurun empat hari ini, buahnya jadi banyak. Ada ribuan kalau dihitung. Pohon pisang ini tumbuh subur dan bahkan buahnya yang sudah matang saya cicipi. Rasanya sangat manis," ungkap Hisyam.

Atas fenomena ini, Hisyam pun mempersilakan kepada para ahli pertanian untuk melakukan penelitian mensoal pohon pisang miliknya itu. Syukur-syukur kemudian hari bisa bermanfaat baik bagi masyarakat.

"Di samping pohon pisang itu sudah tumbuh anak'an. Saya harap ada ilmuwan yang datang untuk mengungkap fenomena ini. Siapa tahu berguna bagi dunia pertanian?," pungkas Hisyam. (kompas.com/putut dwi putranto)

Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved