Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertamina Bantu 7 Ambulans, Ibnu Pesan Jangan Buat Antar Anak ke Pasar

General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng dan DI Yogyakarta, Ibnu Chouldum menyerahkan secara simbolis bantuan ambulan tersebut.

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/raka f pujangga
General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng dan DI Yogyakarta, Ibnu Chouldum (kiri) menyerahkan secara simbolis kunci ambulan, di Kantor Pertamina, Senin (5/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyelenggarakan program CSR dengan memberikan bantuan tujuh unit ambulan yang tersebar di Jawa Tengah.

Program CSR tersebut merupakan tanggung jawab sosial Pertamina kepada masyarakat, yang diserahkan di Kantor Pertamina MOR IV Jateng dan DIY, Senin (5/6/2017).

General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng dan DI Yogyakarta, Ibnu Chouldum menyerahkan secara simbolis bantuan ambulan tersebut.

"Program pemberian ambulan ini merupakan bentuk kepedulian kami di bidang kesehatan, karena melihat tingginya kebutuhan masyarakat yang berada jauh di perkotaan," jelas dia, disela-sela penyerahan.

Ibnu juga berpesan, bantuan yang diberikan tidak untuk kepentingan penerima bantuan tetapi juga masyarakat sekitarnya.

"Gunakan ambulan ini, jangan untuk kepentingan pribadi. Jangan sampai antar anak ke pasar tapi pakai ambulan," ujar dia.

Adapun penerimanya terdiri dari Yayasan Al Falah Kabupaten Jepara, Yayasan Al Muhtaj Kabupaten Jepara, Yayasan Bhennika Karya Boyolali, Panti Asuhan Al Hikmah Kecamatan Sayung Demak, Yayasan NU Manba'ul Hidayah Kudus, Pemkab Pekalongan, dan Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu Sarang Rembang.

Dia menambahkan, meski ambulan tersebut dikelola yayasan atau lembaga terkait. Namun, prinsipnya bantuan itu bisa dimanfaatkan semua masyarakat yang membutuhkan.

"Diharapkan dengan adanya ambulan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat dan dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu," jelas dia.

Perwakilan Yayasan Al Muhtaj Kabupaten Jepara, Toto Rubiyanto mengaku sangat membutuhkan ambulan tersebut karena lokasinya yang jauh dari kota.

Yayasan yang mengelola pondok pesantren dan panti asuhan tersebut jaraknya sekitar 60 kilometer dari kota Jepara.

"Lokasi kami jauh dari kota, karena berada di lereng Gunung Muria. Jadi sangat membutuhkan kendaraan jika ada yang sakit," jelas pria yang berasal dari Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

‎Selama ini, pihaknya harus menyewa kendaraan milik tetangga sekitar ketika ada santri yang sakit.

"Biasanya kalau sakit, harus sewa pakai mobil pribadi. Karena kami nggak punya kendaraan," jelas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved