Breaking News:

Ramadan 2017

HALAQAH! Bolehkah Tahajud Setelah Tarawih dan Witir

Assalamu alaikum. Saat salat Tarawih ditutup dengan salat Witir. Kalau mau salat Tahajud apa harus ditutup dengan salat Witir lagi? Suwun.

AP
Ilustrasi 

Assalamu alaikum. Saat salat Tarawih ditutup dengan salat Witir. Kalau mau salat Tahajud apa harus ditutup dengan salat Witir lagi? Suwun.

Jawaban

Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh. Penanya dan Pembaca yang budiman,

Kita memang diperintah menutup salat malam dengan salat Witir sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibnu ‘Umar, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (SAW) yang artinya kurang lebih: “Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari adalah salat Witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).

Pengertian menutup salat malam dengan Witir, hukumnya adalah sunah, bukan wajib. Sehingga setelah Witir masih boleh menambah lagi salat sunah. Alasannya adalah praktik Nabi SAW yang sesudah Witir masih menambah lagi dengan dua rakaat yang lain.

Sayyidatina Aisyah menceritakan mengenai salat malam Nabi SAW, “Nabi SAW biasa melaksanakan salat 13 rakaat (dalam semalam). Beliau melaksanakan salat 8 rakaat kemudian beliau berwitir (dengan 1 rakaat). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan salat dua rakaat sambil duduk. Jika ingin melakukan rukuk beliau berdiri dari rukuknya dan beliau membungkukkan badan untuk rukuk. Setelah itu di antara waktu azan Subuh dan iqomahnya, beliau melakukan salat dua rakaat. (HR Muslim No 738)

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Dua rakaat setelah Witir itu tanda bahwa masih bolehnya dua rakaat setelah Witir dan jika seseorang telah mengerjakan Witir bukan berarti tidak boleh lagi mengerjakan salat sunah sesudahnya. Adapun hadis di atas “Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari adalah salat Witir, yang dimaksud menjadikan salat Witir sebagai penutup salat malam hanyalah sunah (bukan wajib). Artinya, dua rakaat sesudah Witir masih boleh dikerjakan.” (Zaad Al-Ma’ad, 1: 322-323). 

Yang jelas bagi yang sudah melaksanakan Tarawih lalu menutupnya dengan Witir tidak lagi melakukan Witir yang kedua setelah melakukan salat Tahajud di malam hari. Dari Thalq bin ‘Ali, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda. “Tidak boleh ada dua Witir dalam satu malam.” (HR. Tirmidzi no. 470, Abu Daud no. 1439, An Nasa-i no. 1679. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kesimpulan, boleh melaksanakan Tahajud walaupun sudah mengerjakan Tarawih dan ditutup dengan Witir. Namun di malam hari ketika melakukan Tahajjud tak lagi ditutup dengan Witir. Jumlah rakaat Tahajud yang dilakukan bebas, tak dibatasi jumlah rakaatnya.

Demikian jawaban dari kami semoga bermanfaat. Terima kasih. Wallahu a’lam bi al-shawab.

KH Ahmad Zaki Fuad, MSi 

Bendahara Umum serta pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved