Pemkot Semarang Jalin Kerjasama dengan Pemkab Kendal Wujudkan Jalan Lingkar Luar Semarang
Melalui SORR tersebut, kendaraan yang akan melewati Kota Semarang tak perlu masuk ke pusat kota bila ingin menuju kota lain.
Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dalam dua tahun terakhir, Kota Semarang berkembang sangat pesat, dengan berbagai hal yang dikerjakan, seperti salah satunya yaitu Kampung Pelangi. Dan perkembangan-perkembangan tersebutlah yang membuat saat ini Kota Semarang banyak dikunjungi banyak orang.
Banyaknya kunjungan tersebut tak ayal membuat potensi kemacetan di Kota Semarang meningkat. Tak ingin timbul masalah baru, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bergerak cepat mengantisipasi kemacetan di Kota Semarang dengan membangun Semarang Outer Ring Road (SORR) atau Jalan Lingkar Luar Semarang.
Melalui SORR tersebut, kendaraan yang akan melewati Kota Semarang tak perlu masuk ke pusat kota bila ingin menuju kota lain. Jalur SORR yakni Mangkang ke Arteri Utara Semarang.
Hendi mengatakan pembangunan SORR tidak bisa dikerjakan Kota Semarang lantaran dalam rencana pembangunannya, SORR membutuhkan lahan seluas 421.500 m2. Sedangkan luasan sekitar 6.363 m2 adalah merupakan wilayah Kabupaten Kendal.
Untuk merealisasikan pembangunan SORR tersebut, Pemkot Semarang melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Kendal terkait pembebasan lahan bertempat di Restoran Holiday, Semarang, Kamis (8/6).
"Dalam MOU tersebut disepakati, Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kabupaten kendal akan melakukan pembebasan lahan melalui APBD masing-masing," kata Hendi.
Hendi mengatakan MoU tersebut menjadi penting bagi perkembangan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.
"Dimulainya rangkaian realisasi Semarang Outer Ring Road ini sekaligus menandai transformasi Kota Semarang dari kota transit menjadi kota tujuan. Selain itu, Semarang Outer Ring Road juga dapat dikatakan sebagai penunjang Kawasan Industri Kendal, terkait arus barang dari dan menuju Terminal Peti Kemas Tanjung Emas Semarang," ujarnya.
Kendal, kata Hendi merupakan salah satu hinterland atau tetangganya Semarang. "Kekuatan Semarang salah satunya karena ditopang oleh wilayah hinterland seperti Kendal, Purwodadi, Demak, Grobogan dan Salatiga," ujarnya.
Hendi berharap kerjasama ini tidak hanya sampai di SORR saja, tetapi bisa berlanjut ke potensi dan peluang lainnya. "Misalnya kerjasama pariwisata, transportasi BRT, monorail atau apapaun bentuknya yang dapat menghasilkan kerjasama yang saling menguntungkan bagi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa memberikan apresiasi terhadap pembangunan SORR. "Mudah-mudahan kerjasama ini bisa menjadi pengalaman dan hubungan baru antara Kabupaten Kendal dan Kota Semarang.
Langkah ini dapat memberikan dampak positif sehingga kerjasama bisa menjadi langkah awal yang luar biasa untuk kemajuan Kabupaten Kendal dan Kota Semarang," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mirna-annisa-bupati-kendal_20170420_155806.jpg)