Breaking News:

Wagiman: Tiba-tiba Semua Gelap, Kami Sudah Tidak Tahu Apa-apa Lagi

Sebetulnya kami sudah tidak tau apa apa. Sudah gelap semua, tau-tau saya sudah disini

TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Supri Selamat Berkat Suara Musik Ponsel di Dalam Tanah Longsoran di Mendut II RT 5 RW 5 Kalipancur, Manyaran, Kamis (8/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Franciskus Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Korban selamat tragedi pondasi longsor di Kalipancur, Manyaran, Wagiman (32), Jumat (9/6/2017) masih dirawat di RSUD Tugurejo Kota Semarang.

Ia mengalami patah tulang di lengan kanan, dan mengalami cedera kepala ringan (CKR). 

Longsor yang terjadi kamis kemarin (8/6/2017), mengakibatkan pekerja pondasi yang berjumlah empat orang tersebut tertimbun longsoran.

Dua korban meninggal dunia, satu korban lain dirawat inap di RSUD Tugurejo, dan satu lagi belum diketahui keberadaannya.

Longsor tersebut bermula dari proyek pondasi yang dikerjakan empat orang yang semuanya berasal dari Weleri, Kendal.

Menurut Wagiman tidak ada tanda-tanda akan terjadi longsor.

"Kami ada empat orang sedang mengerjakan pondasi, yang satu posisinya paling ujung. Yang bertiga termasuk saya sedang mengerjakan galian lubang. Rekan saya di bawah, saya dan satu teman lain berada di atas.

Dari pagi kami merasa tidak ada masalah masalah apa-apa, begitu mau selesai, tiba-tiba tanah itu langsung menimpa pondasi yang kami kerjakan. Kami tertimbun dalam tanah. Tidak ada getaran atau apa, tiba-tiba saja longsor," ungkapnya kepada tribunjateng.com

Wagiman yang juga warga Randusari RT03/RWXIII, Rowosari,Kendal tersebut mengatakan, ia sempat berteriak meminta tolong kepada warga.

"Alhamdulillah kami masih bisa teriak teriak minta tolong, sebetulnya kami sudah tidak tau apa apa. Sudah gelap semua, tau-tau saya sudah disini, teman-teman yang lain saya juga belum tau kabarnya," kata Wagiman.

Sementara, istri Wagiman, Junarni (32), mengaku kaget. Ia lalu datang bersama keluarga. Anak-anak ia tinggal di rumahnya di Rowosari, Weleri, Kendal.

"Saya dapat kabar langsung ke rumah sakit bersama keluarga. Kaget, pokoknya bagaimana caranya saya harus segera ke rumah sakit. Anak-anak taunya bapak sakit, tapi tidak tau kondisi yang sebenarnya. Cuma sekedar tau bapak sakit saja," kata Junarni. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved