Laporan Humas Polres Temanggung

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang dan Puluhan Rumah Rusak

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Temanggung mengakibatkan pohon tumbang, baliho roboh dan puluhan rumah atapnya tersapu angin.

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang dan Puluhan Rumah Rusak
Humas Polres Temanggung
Angin kencang 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG -- Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Temanggung mengakibatkan pohon tumbang, baliho roboh dan puluhan rumah atapnya tersapu angin.

Berdasarkan data dari petugas dilapangan dan data dari BPBD Temanggung, terdapat di 9 lokasi dengan puluhan rumah rusak. Senin (12/6/2017) sore.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD maupun dinas terkait.

Sampai dengan saat ini belum ada laporan korban jiwa namun hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon roboh dan beberapa atap rumah warga yang rusak serta merusak baliho dan seng penutup proyek taman alun-alun.

“Hujan turun sore hari sehabis ashar, tidak lama, sekitar satu jam, namun akibatnya luar biasa,” terangnya. Pada Selasa (13/6).

Kepala pelaksana BPBD Temanggung Agus Sudaryono mengatakan Senin sore hujan deras dan angin kencang terjadi di kota Temanggung yang mengakibatkan sejumlah pohon ayoman roboh dan batangnya patah. 

Satu diantaranya pohon akasia setinggi 30 meter di halaman kantor Dinas Kominfo di jalan Jenderal A Yani Temanggung yang roboh menimpa sebuah colt zebra AA 1826 QY milik Tur Susanto warga Kampung Gendengan Kelurahan Temanggung I Rt 4 Rw 4 Temanggung yang di parkir di halaman kantor tersebut.

Berdasarkan pantauan petugas dan data yang masuk terdapat sekitar  30 rumah terdampak angin dengan kerusakan ringan.

Angin kencang
Angin kencang (Humas Polres Temanggung)

“Petugas BPBD dibantu masyarakat, TNI dan Polres Temanggung sore itu juga langsung mendata dan melakukan pembersihan beberapa pohon yang tumbang dijalan utama,” lanjut Agus.

Pemilik mobil, Tur Susanto yang kesehariannya berjualan buah dikawasan alun-alun Temangung mengaku pasrah atas kejadian tersebut.

“Sebetulnya saya sedih, namun mau bagaimana lagi, kita juga tidak bisa memprediksi alam,” terangnya.

Kapolres menghimbau agar masyarakat lebih waspada karena cuaca di Kabupaten Temanggung akhir –akhir ini sulit diprediksi dan ancaman angin puting beliung maupun tanah longsor masih mungkin terjadi mengingat curah hujan di Temanggung masih cukup tinggi.

(Humas Polres Temanggung)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved