Breaking News:

Industri Kerupuk di Purbalingga Ini Bandel Tetap Gunakan Pewarna Tekstil

Kerupuk berbahan dasar singkong itu ditemukan di hampir setiap pedagang kerupuk di seluruh pasar Purbalingga.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Tim Pengawasan Makanan Purbalingga lakukan sisdak makanan di Pasar Segamas Purbalingga. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Peredaran kerupuk berpewarna tekstil di Purbalingga kian meresahkan.

Kerupuk berbahan dasar singkong itu ditemukan di hampir setiap pedagang kerupuk di seluruh pasar Purbalingga.

Tim Pengawasan Makanan Kabupaten Purbalingga memburu produsen kerupuk yang biasa dipakai untuk campuran soto itu.

Penelusuran tim bermuara di Desa Senon dan desa sekitar di kecamatan Kemangkon.

Tim mendatangi 13 industri rumah tangga yang memproduksi kerupuk berbahan singkong di wilayah.

Ternyata benar, sebagian pegrajin masih menggunakan pewarna pakaian untuk mewarnai kerupuk yang mereka produksi.

"Di sini banyak industri rumahan kerupuk. Apalagi setiap panen singkong melimpah, hampir setiap rumah memproduksi," kata Kepala Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Purbalingga Sugeng Santoso, Rabu (14/6/2017.

Produksi kerupuk singkong bewarna merah di wilayah itu rupanya telah berlangsung lama.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Kesehatan bahkan bukan kali ini mendatangi produsen kerupuk di desa tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved