Got Mampet, Pedagang di Pasar Johar Relokasi Hanya Bisa Pasrah

Got yang berada di pasar itu tak bisa mengalirkan air secara lancar. Akibatnya, saluran ini mampet dengan air amat keruh

TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Yanti (52), seorang pedagang di Pasar Relokasi Johar mendasarkan dagangannya di atas got yang mampet, Kamis (15/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pedagang Pasar Relokasi Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tak bisa berbuat banyak melihat kondisi got yang tidak layak.

Got yang berada di pasar itu tak bisa mengalirkan air secara lancar.

Akibatnya, saluran ini mampet dengan air amat keruh dan menjadi sarang serangga.

Yanti (52), seorang pedagang, mengaku hanya bisa pasrah.

Bau busuk dari got tersebut tak menghalanginya tetap berjualan.

"Bagaimana lagi, dari pemerintah sudah begini kok (waktu pertama ditempati). Ya, pasrah saja," kata Yanti, Kamis (15/6/2017).

Saat hujan turun, tak jarang got tersebut membeludak.

"Tentu (kondisi) itu sangat mengganggu. Apalagi saat hujannya deras," jelasnya.

Dia berharap Pemerintah Kota Semarang segera membenahinya.

"Sudah dicek dan dijanjikan Pak Wali sewaktu kunjungan tapi belum ada tindakan," tutur Yanti.

Iin Giyanti (40), pedagang lain, ikut berharap pemerintah memperhatikan kelancaran got.
Yang aneh, menurutnya, got ini tak ada saluran pembuangannya.

"Karena tak ada saluran pembuangan, ya, jelas mampet," jelas Iin.

Untuk membersihkan got, dia harus mempekerjakan orang.

"Kalau sudah penuh gotnya, biasanya kami pekerjakan orang lain untuk membersihkan," tandasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved